Jakarta: Musim kemarau membawa perubahan pada kondisi lingkungan, mulai dari cuaca yang lebih panas hingga udara yang lebih kering. Debu dan polusi juga dapat lebih mudah mengganggu saluran pernapasan. Kondisi tersebut membuat tubuh perlu mendapat perhatian lebih. Kehilangan cairan akibat cuaca panas dapat meningkatkan risiko dehidrasi, sementara paparan debu dan polusi dapat memicu gangguan pada saluran pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Untuk menjaga daya tahan tubuh saat musim kemarau, berikut 7 hal yang dapat kamu lakukan.
1. Pastikan tubuh tetap terhidrasi
Cuaca panas membuat tubuh lebih mudah kehilangan cairan melalui keringat. Untuk mencegah dehidrasi, kebutuhan cairan perlu tetap dipenuhi dengan mengonsumsi air putih yang cukup setiap hari.
2. Perhatikan asupan makanan
Daya tahan tubuh juga berkaitan dengan asupan nutrisi. Konsumsi makanan bergizi seimbang dengan memperbanyak sayur dan buah yang mengandung vitamin serta mineral.
Sumber protein seperti ikan, telur, ayam, tahu, dan tempe juga dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari. Karbohidrat dibutuhkan sebagai sumber energi, sementara makanan tinggi serat membantu menjaga kesehatan pencernaan.
3. Jangan abaikan waktu tidur
Tidur yang cukup membantu tubuh melakukan perbaikan sel dan mendukung sistem kekebalan tubuh. Orang dewasa dianjurkan mendapatkan waktu tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam.
4. Tetap lakukan aktivitas fisik
Musim kemarau bukan alasan untuk berhenti bergerak. Aktivitas fisik ringan hingga sedang dapat dilakukan setidaknya 30 menit setiap hari, seperti berjalan kaki, bersepeda, senam, atau jogging.
5. Lindungi saluran pernapasan
Udara yang berdebu dapat mengganggu saluran pernapasan. Ketika harus beraktivitas di luar rumah dalam kondisi udara berdebu atau kualitas udara buruk, penggunaan masker dapat membantu memberikan perlindungan.
6. Jaga kebersihan diri dan lingkungan
Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir tetap menjadi kebiasaan penting untuk menjaga kebersihan. Selain itu, kebersihan rumah perlu diperhatikan dan sirkulasi udara di dalam ruangan dijaga tetap baik.
7. Kurangi paparan polusi dan kelola stres
Asap rokok dan polusi dapat mengganggu fungsi paru-paru. Karena itu, sebisa mungkin hindari lingkungan yang dipenuhi asap. Selain kesehatan fisik, kondisi psikologis juga perlu diperhatikan. Stres yang berlangsung berkepanjangan dapat memengaruhi sistem imun. Waktu luang dapat dimanfaatkan untuk beristirahat, melakukan hobi, beribadah, atau aktivitas relaksasi lainnya.
Beberapa kelompok seperti bayi dan balita, lansia, ibu hamil, penderita penyakit kronis, serta orang dengan daya tahan tubuh yang lemah juga perlu lebih memperhatikan kecukupan cairan, asupan gizi, dan kebersihan lingkungan selama musim kemarau.
Jika muncul keluhan seperti demam tinggi yang tidak kunjung membaik, batuk atau pilek disertai sesak napas, tanda dehidrasi, nyeri dada saat bernapas, atau keluhan yang tidak membaik setelah beberapa hari, pemeriksaan ke fasilitas kesehatan perlu dilakukan.
Lalu, sudahkah kebiasaan sederhana untuk menjaga kesehatan ini menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari selama musim kemarau? (Titik Nurmalasari)