Krisis Air Bersih, Warga Tangerang Terpaksa Gunakan Air Sungai Keruh dan Berbau

Sejumlah warga memanfaatkan aliran Sungai Cimanceuri untuk mandi, mencuci pakaian, mencuci peralatan rumah tangga, hingga untuk makan dan minum. Metrotvnews.com/ Hendrik Simorangkir

Krisis Air Bersih, Warga Tangerang Terpaksa Gunakan Air Sungai Keruh dan Berbau

Hendrik Simorangkir • 18 September 2026 15:56

Tangerang: Krisis air bersih selama lima bulan melanda Desa Karang Tengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Kondisi ini memaksa warga memanfaatkan air Sungai Cimanceuri yang keruh, berbau, dan berwarna hijau untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Salah seorang warga, Reri mengatakan, dirinya bersama warga lainnya terpaksa memanfaatkan air Sungai Cimanceuri karena tidak memiliki sumber air bersih lain. Menurut Reri, air sungai tersebut tidak hanya digunakan untuk mandi dan mencuci, tetapi juga untuk memasak dan minum.

"Sudah lima bulan kami kekeringan. Warga terpaksa menggunakan air sungai karena air sumur sudah enggak ada, bantuan dari pemerintah juga enggak ada," ujar Reri, Jumat, 18 September 2026. 


Ia bersama warga lainnya menyadari bahwa kondisi air Sungai Cimanceuri yang keruh, berbau, dan berwarna hijau berisiko bagi kesehatan. "Airnya kotor dan bau. Jadi kita endapkan dulu selama tiga hari sampai bening. Setelah itu baru dimasak," kata Reri.

Reri menyadari penggunaan air sungai untuk mandi juga menimbulkan keluhan pada kulit. Bahkan, sejumlah warga telah mengalami gatal-gatal setelah menggunakan air tersebut.

"Gatal-gatal itu sudah pasti, namanya juga air begini, tapi mau gimana lagi ya harus kita penuhi untuk kebutuhan sehari-hari," tutur Reri.

Reri berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang segera menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah mereka. Pasalnya, bantuan tersebut sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama musim kemarau.


Sejumlah warga memanfaatkan aliran Sungai Cimanceuri untuk mandi, mencuci pakaian, mencuci peralatan rumah tangga, hingga untuk makan dan minum. Metrotvnews.com/ Hendrik Simorangkir


Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan pihaknya rutin menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan. Ia mengimbau perangkat desa hingga RT di wilayah terdampak untuk segera melapor kepada BPBD jika ada warga yang membutuhkan bantuan air bersih.

"Ini sudah bukan rencana lagi, setiap hari kami dari BPBD, PDAM, PMI dan lain-lain, setiap hari mengirim air bersih. Untuk Kades atau Lurah agar terus memonitor wilayahnya apabila ada yang membutuhkan air bersih tinggal hubungi Pusdalops BPBD Kabupaten Tangerang dengan Call Center 112," ungkap Taufik. 

Sejumlah warga mengambil air dari Sungai Cimanceuri menggunakan jeriken. Warga lainnya tampak memanfaatkan aliran sungai tersebut untuk mandi, mencuci pakaian, hingga membersihkan peralatan rumah tangga.

Kondisi Sungai Cimanceuri yang menjadi sumber air warga terlihat keruh dan berbau. Sejumlah sampah juga tampak menggenang di beberapa bagian aliran sungai.

(Silvana Febiari)