Momen Terakhir Nanik Deyang Sebelum Pamit dari BGN

23 July 2026 16:32

Senin, 20 Juli 2026, adalah penampakan terakhir Nanik S. Deyang yang terekam kamera awak media sebelum kemudian menyatakan mundur dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional. Ketika itu Nanik melimpahkan permintaan wawancara ke wakilnya dengan alasan kondisi kurang sehat.

“Mungkin gini, Bu Nanik kan kurang sehat ya, jadi tolong dipahami, Bu Nanik masih perlu istirahat lah ya,” kata Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Kamis, 23 Juli 2026.

Dua hari kemudian, 22 Juli 2026, melalui unggahan di Facebook-nya, Nanik menyatakan pamit ke luar negeri untuk berobat jantung dan mundur dari jabatannya sebagai Kepala BGN. Menurut Nanik, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan persetujuan atas pengunduran dirinya, serta meminta Nanik tetap ikut mengawasi BGN. Lebih lanjut, Nanik mengaku trauma akut untuk ‘pegang uang’, alias menangani urusan keuangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Dua pekan sebelum mundur, tepatnya pada 7 Juli 2026, Nanik menemui pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membahas perbaikan tata kelola dan pengawasan Program MBG. Namun Nanik menghindari wartawan yang hendak memintanya keterangan, seperti yang juga dilakukannya ketika di DPR usai rapat bersama Komisi IX DPR.

Nanik S. Deyang dilantik sebagai Kepala BGN pada 8 Juni 2026, menggantikan Dadan Hindayana yang terjerat kasus korupsi. Momen ini belum genap dua bulan, hingga akhirnya Nanik menyatakan mengundurkan diri. 

Dalam kesempatan ini, Nanik tampak terharu usai Prabowo menghampirinya untuk bersalaman. Usai dilantik, Nanik berjanji akan memperbaiki tata kelola MBG dan agar lebih tepat sasaran.

“Misalnya sekolah-sekolah kaya, kan ini pasti di rumah gizinya juga lebih bagus, jadi kita lebih arahkan nanti benar-benar pada anak-anak atau penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi,” ujar Nanik.

Usai mundurnya Nanik, DPR mengingatkan hasil evaluasi pemerintah maupun temuan penyidikan Kejaksaan Agung menjadi bahan penting dalam memperbaiki pengelolaan BGN. DPR juga menilai momen ini bisa menjadi kesempatan untuk membenahi pelaksanaan Program MBG.

“Pergantian kepemimpinan harus menjadi momentum untuk terus mengevaluasi dan juga melakukan desain ulang dari program ini agar bisa mengutamakan keamanan pangan, ya, bisa lebih tepat sasaran, dan juga tentu memperhatikan kondisi fiskal dari negara kita,” ujar Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X