29 April 2026 23:51
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono X, angkat bicara terkait mencuatnya kasus kekerasan dan penelantaran anak di sebuah tempat penitipan anak (daycare) di Kota Yogyakarta. Sultan menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi segala bentuk kekerasan di wilayahnya.
"Di Jogja itu tidak senang dengan kekerasan. Harapan saya, ini yang pertama dan terakhir," ujar Sri Sultan saat ditemui di Yogyakarta.
Sri Sultan berencana memanggil kepala instansi terkait untuk mendalami motif di balik kejadian tersebut serta memastikan pemberian pendampingan dan perlindungan penuh bagi para korban.
Kasus yang terjadi di Daycare Little Aresha Jogja ini mendapat perhatian serius dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Berdasarkan catatan KPAI, kasus ini merupakan yang terbesar dan diduga dilakukan secara terstruktur serta sistematis.
Pihak KPAI mendorong agar seluruh daycare di Indonesia segera mengurus perizinan secara resmi. Selain itu, diperlukan pengawasan langsung secara lintas kementerian untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa depan.
Merespons situasi ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) bersama Dinas Pendidikan langsung mengambil langkah cepat dengan melakukan pendataan ulang dan sweeping ke sejumlah daycare.
| Baca juga: Ironis! Penganiayaan 53 Anak di Daycare Little Aresha Atas Perintah Ketua Yayasan |