5 May 2026 21:30
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memastikan bahwa distribusi bantuan kemanusiaan ke sejumlah wilayah di Lebanon tetap berjalan, meskipun militer Israel terus melancarkan serangan udara intensif. Juru Bicara PBB, Stéphane Dujarric, mengungkapkan bahwa situasi di lapangan tetap sangat fluktuatif dan berbahaya bagi warga sipil maupun petugas kemanusiaan.
Berdasarkan data terbaru PBB, krisis pengungsian di Lebanon telah mencapai angka yang mengkhawatirkan. Saat ini, tercatat lebih dari 124.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka dan menempati sekitar 625 tempat penampungan yang tersebar di berbagai wilayah guna mencari perlindungan dari zona konflik.
Meski sempat ada pengumuman mengenai perpanjangan gencatan senjata, laporan dari Kementerian Kesehatan Lebanon menunjukkan fakta yang berbeda di lapangan. Dalam laporan terbarunya, tercatat 13 orang tewas, termasuk sedikitnya satu anak dan empat perempuan, serta 32 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan udara di beberapa titik di bagian selatan Lebanon.
"Rekan-rekan kami di lapangan mengatakan bahwa situasi kemanusiaan di negara itu tetap tidak stabil, meskipun perpanjangan gencatan senjata telah diumumkan," tegas Stéphane Dujarric dikutip dari Metro Hari Ini, Metro TV, Selasa 5 Mei 2026.
| Baca juga: PBB: Sekitar 300 Jurnalis Tewas dalam Perang Gaza |