Pemkot Semarang Libatkan PKK Kampanyekan Gerakan Kembali ke Meja Makan

29 June 2024 15:19

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu bersama Penasehat DWP BKKBN Dr Reni Hasto Wardoyo melakukan demo masak menu stunting dari buku resep Megawati Soekarnoputri di Balai Diponegoro Semarang, Jumat, 28 Juni 2024. Wanita yang kerap disapa Mbak Ita itu mengatakan kampanye Gerakan Kembali ke Meja Makan ini memiliki banyak manfaat.

Gerakan Kembali ke Meja Makan yang digaungkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan diimplementasikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

"Hanya kita bagaimana mendorong diri kita sendiri khususnya perempuan untuk bisa masak," ujar Mbak Ita.

Mbak Ita menyebut, salah satu cara untuk mengimplementasikan kampanye kembali ke meja makan ini adalah dengan melibatkan ibu-ibu PKK. Menurutnya, kegiatan PKK Kota Semarang saat ini mulai masif dilakukan.

Salah satunya dengan menggelar Gebyar 10 Program PKK. Bahkan, setiap minggunya Gebyar PKK ini berjalan di kecamatan-kecamatan.
 

Baca juga: Jurus Jitu Pemkot Semarang Turunkan Stunting

Eksekusi gerakan ini akan sampai ke lini terbawah hingga tingkat Rukun Tetangga (RT) dan tataran paling bawah. "Kita ibu-ibu PKK diberikan uang transport, sehingga mereka juga belajar. Jadi sampai ke bawah, ini sudah sampai tataran paling bawah," ungkap Mbak Ita.

Dirinya menyadari, implementasi gerakan kembali ke meja makan butuh kesadaran masyarakat untuk bergerak. Seperti diketahui, BKKBN mengkampanyekan gerakan kembali ke meja makan. Kampanye tersebut masuk dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 di Kota Semarang selama sepekan mulai 23-29 Juni 2024.

BKKBN mengajak orang tua untuk kembali menggaungkan Sarapan Bergizi Keluarga melalui Gerakan Kembali ke Meja Makan. Ketika anak bertumbuh dewasa, banyak dari mereka yang mulai hidup sendiri-sendiri dengan caranya sendiri sehingga sulit untuk berkomunikasi dengan orang tua.

Saat duduk bersama di meja makan, orang tua juga bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk sosialisasi gizi kepada anak.
Misalnya, orang tua dapat menerangkan tentang apa saja yang dimakan dan bagaimana makanan itu memberi manfaat pada tubuh dengan bahasa sederhana.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febriari)