PT Vale dan Pemkab Luwu Timur Berdayakan Masyarakat Lewat Pertanian Berkelanjutan

28 May 2026 14:48

Luwu Timur: PT Vale Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur menghadirkan program pemberdayaan masyarakat melalui sektor pertanian dan peternakan berkelanjutan. Program tersebut mencakup pendampingan budidaya Nanas Ponda’ta serta pengembangan peternakan ayam kampung di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dalam program 'Pineapple Pathways for Sustainability Ponda’ta', PT Vale Indonesia bersama dengan masyarakat  Desa Tabarano, Kecamatan Wasuponda, Luwu Timur mengubah lahan tandus rawan kebakaran seluas 5 hektare menjadi kawasan pertanian produktif yang ditanami sebanyak 25 ribu pohon nanas. 

Program yang telah berjalan sejak 2022 ini tak hanya meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat sekitar, tetapi juga memberi nilai tambah seiring dengan rencana perubahan kawasan menjadi area wisata edukasi. 

"Dukungan dari pihak PT Vale itu sangat besar sekali manfaatnya di sini, termasuk pendampingan, pelatihan, infrastruktur, dan pembuatan rumah kompos, rumah magot dengan nursery," ungkap Ketua Kelompok Pondata Desa Tabarano, Yohanis Gusti, dikutip dari Metro Pagi Primetime, Metro TV, Kamis, 28 Mei 2026. 
 

Baca Juga: PT Vale Paparkan Kepastian Operasional dan Hilirisasi Nikel ke DPR

Selain sektor pertanian, PT Vale Indonesia juga melakukan penguatan ekonomi lokal melalui sektor peternakan berkelanjutan melalui pengembangan peternakan ayam kampung organik di Desa Matompi, Kecamatan Towuti, Luwu Timur. 

Program ini memberdayakan sebanyak 12 pemuda, termasuk enam penyandang disabilitas. Sejak 2022, PT Vale Indonesia memberikan bantuan kandang, bibit ayam kampung organik, serta pelatihan dan pendampingan budidaya kepada kelompok peternakan Woliko.

"Awal berdirinya Waliko tahun 2021 itu kita dibantu dari desa ke PT Vale dengan harapannya kami teman-teman semua yang ada di Woliko untuk beternak ayam," tutur Ketua Kelompok Waliko, Sulaiman Rokah.

Kolaborasi ini membuktikan bahwa keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan sektor pertambangan, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat dapat membangun perekonomian baru yang mandiri, tangguh, dan berkelanjutan.

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

(Gervin Nathaniel Purba)