Kemarau Panjang Picu Krisis Air Bersih di Sejumlah Daerah

28 July 2026 19:24

Fenomena kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia mulai memicu krisis air bersih. Warga di berbagai daerah terpaksa mengandalkan sumber air yang tidak layak, mulai dari sungai yang tercemar hingga berbagi sumber air dengan hewan ternak demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Dikutip dari tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Selasa 28 Juli 2026, salah satu wilayah terdampak cukup parah adalah Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Tepatnya di Kampung Cilodong, Desa Ridomanah, sumber air tanah warga telah mengering total. Debit air yang menyusut drastis membuat mesin pompa tidak lagi mampu mengalirkan air ke rumah-rumah.

Sebagai upaya bertahan hidup, warga terpaksa memanfaatkan aliran Sungai Cipamangkis dan Sungai Ciheo. Meski kondisi air sungai kurang layak, warga mengaku tidak punya pilihan lain untuk keperluan mencuci dan mandi. Sementara itu, untuk kebutuhan konsumsi seperti minum dan memasak, masyarakat harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli air bersih.

Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Lebak, Banten. Musim kemarau yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir membuat warga Desa Sukarame, Kecamatan Sajira, kesulitan mendapatkan air bersih. Warga terpaksa menempuh perjalanan menuju Bendungan Karian hanya untuk mendapatkan air guna mencuci pakaian dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Situasi memprihatinkan terlihat di Kampung Wolo Luba, Desa Renduwawo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Karena ketiadaan sumber air bersih sama sekali, warga terpaksa menimba air kotor dari sebuah embung (waduk kecil) yang terletak di dekat desa.

Mirisnya, warga harus berebut air di embung seluas 300 meter persegi tersebut dengan hewan ternak yang juga minum di tempat yang sama. Tercatat sebanyak 44 kepala keluarga atau sekitar 209 jiwa menggantungkan hidupnya pada embung ini. Sumber air yang tersisa diprediksi hanya mampu bertahan hingga bulan Oktober mendatang jika cuaca panas terus berlanjut tanpa adanya bantuan pasokan air bersih dari pemerintah setempat.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X