Uni Eropa Tetapkan Garda Revolusi Iran sebagai Organisasi Teroris

30 January 2026 11:02

Uni Eropa secara resmi memasukkan Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGCke dalam daftar organisasi teroris, pada Kamis, 29 Januari 2026. Keputusan ini diambil sebagai respons atas tindakan keras otoritas Teheran dalam meredam protes nasional yang menyebabkan ribuan orang tewas.

Kesepakatan tersebut tercapai secara bulat dalam pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa yang berlangsung di Brussels, Belgia. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas, menegaskan bahwa seluruh negara anggota telah satu suara mengenai penetapan status teroris tersebut.

Selain penetapan status organisasi, blok 27 negara ini juga menjatuhkan sanksi individu kepada 15 pejabat tinggi Iran. Para komandan tinggi Garda Revolusi tersebut dianggap bertanggung jawab atas tewasnya lebih dari 6.300 orang selama kerusuhan berdarah beberapa waktu lalu.

 



Sanksi tambahan juga menyasar enam organisasi di Iran, termasuk lembaga yang berperan dalam pemantauan konten daring bagi warga sipil. Para pejabat dan organisasi yang masuk dalam daftar hitam ini akan menghadapi pembekuan aset serta larangan perjalanan ke seluruh wilayah Eropa.

Langkah Uni Eropa ini mengikuti jejak Amerika Serikat (AS) dan Kanada yang sebelumnya telah memberikan label serupa terhadap Garda Revolusi Iran. Keputusan ini diprediksi akan berdampak besar pada sektor bisnis Garda Revolusi yang memiliki kepentingan luas di luar negeri.

Hingga saat ini, pihak Iran belum memberikan komentar resmi terkait penetapan terbaru dari Uni Eropa tersebut. Namun, dalam beberapa hari terakhir, Iran telah melontarkan kritik keras dan memperingatkan konsekuensi diplomatik atas langkah yang diambil Eropa.

(Aulia Rahmani Hanifa)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)