Gubernur DKI Pastikan Jembatan Tegal Alur Dibangun Beton usai Proyek Pengerukan

Nattasya Amani Vrazeti • 28 August 2026 19:27

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan akan membangun kembali Jembatan Tegal Alur di Kalideres, Jakarta Barat, menjadi jembatan beton setelah pengerjaan pengerukan sungai oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) selesai dilakukan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai meresmikan operasional penuh Rumah Sakit Tria Dipa di Pancoran, Jakarta Selatan pada Jumat 28 Agustus 2026. 

“Saya sudah meminta kepada Dinas Sumber Daya Air untuk tetap diteruskan nanti kalau pengerjaan sumber daya air sudah selesai maka yang jembatan kayu akan kita selesaikan menjadi jembatan konkret karena memang kalau kayu itu membahayakan bagi masyarakat,” ucap Pramono. 

Pramono menjelaskan pembongkaran jembatan terdahulu dilakukan oleh Dinas SDA untuk membuka akses bagi alat berat yang bertugas mengeruk sungai di lokasi tersebut.

“Yang jembatan kayu di Tegal Alur ini dilakukan pembongkaran oleh Dinas Sumber Daya Air. Kenapa dilakukan pembongkaran oleh Dinas Sumber Daya Air? Karena memang di tempat itu dulunya ada alat yang kemudian harus melakukan pengerukan,” imbuh dia.  Pramono mengungkapkan pengerjaan pengerukan sempat terhambat akibat insiden perusakan dan pencurian suku cadang alat berat milik Pemprov DKI.

“Tetapi yang menyedihkan adalah alat itu dilakukan vandalisme, dilakukan pencurian sehingga ada sparepartnya atau suku cadangnya yang diambil sehingga alat itu tidak bisa beroperasi,” ujarnya. 

Bangun jembatan swadaya


Sebelumnya, kondisi Jembatan Tegal Alur, Jakarta Barat, sempat terekspos di media sosial setelah warga mengeluhkan proyek pengerukan yang dinilai mangkrak selama lebih dari satu tahun. 

Dilansir dari akun instagram @ijoeel, pembongkaran jembatan lama membuat warga terpaksa membangun jembatan kayu swadaya yang dinilai rawan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Proyek mangkrak lebih dari 1 tahun, warga jadi susah akses nya di Tegal Alur, Jakarta Barat. Ada jembatan tapi kayu yang tidak sesuai standar alias bahaya, padahal ini sangat dibutuhin sama warga,” tulis akun tersebut. 

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X