M Sholahadhin Azhar • 12 February 2026 17:12
Tanda baca merupakan unsur penting dalam penulisan bahasa Indonesia. Salah satu tanda baca yang paling sering digunakan adalah tanda titik (.). Meski terlihat sederhana, tanda titik memiliki fungsi yang beragam dan diatur secara jelas dalam kaidah bahasa.
Merujuk pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), tanda titik memiliki beberapa fungsi utama sebagai berikut:
1. Mengakhiri Kalimat
Tanda titik digunakan untuk menandai akhir suatu kalimat pernyataan.
Contoh:
- Dia sedang membaca buku.
- Pemerintah mengumumkan kebijakan baru hari ini.
Namun, tanda titik tidak digunakan pada:
- Judul dan subjudul
- Alamat surat
- Angka atau huruf terakhir dalam suatu perincian
2. Digunakan dalam Daftar atau Perincian
Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf yang menandai suatu daftar, perincian, tabel, atau bagan.
Contoh:
1. Pendahuluan
2. Pembahasan
3. Penutup
atau
a. Latar belakang
b. Rumusan masalah
c. Tujuan penelitian
3. Sebagai Pemisah Waktu
Tanda titik berfungsi sebagai pemisah satuan waktu, seperti jam, menit, dan detik.
Contoh:
- Pukul 14.35 WIB
- Durasi 01.45.30 (1 jam 45 menit 30 detik)
4. Sebagai Pemisah Bilangan Ribuan
Tanda titik juga digunakan untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah.
Contoh:
Secara umum, penggunaan tanda titik yang berulang dalam sebuah paragraf bukanlah suatu kesalahan. Justru, tanda titik membantu memperjelas struktur kalimat dan memudahkan pembaca memahami informasi.
Dengan memahami fungsi tanda titik secara tepat, penulisan menjadi lebih sistematis, jelas, dan sesuai kaidah bahasa Indonesia.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.