Konsumsi Matcha Berlebihan Bisa Berdampak Buruk, Ini Penjelasannya-Tips Kesehatan

Wijokongko • 23 May 2026 09:49

Jakarta: Matcha dikenal sebagai minuman sehat yang kaya antioksidan dan sering dijadikan alternatif kopi. Namun, dibalik manfaatnya, konsumsi matcha secara berlebihan justru dapat menimbulkan berbagai efek samping bagi tubuh. Kandungan kafein dan senyawa aktif di dalamnya bisa memicu gangguan kesehatan, terutama jika dikonsumsi tanpa batas.

Banyak orang menganggap matcha lebih 'aman' dibandingkan kopi karena efek energinya terasa lebih stabil. Padahal, jika dikonsumsi terlalu banyak, matcha tetap dapat menyebabkan overstimulasi, gangguan pencernaan, hingga mempengaruhi organ vital. Karena itu, penting untuk memahami batas konsumsi agar manfaatnya tetap optimal tanpa menimbulkan risiko.

Kandungan matcha dan manfaatnya


Melansir dari BBC, matcha mengandung antioksidan tinggi, terutama katekin, yang berperan dalam membantu menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol. Selain itu, matcha juga mengandung L-theanine yang dapat meningkatkan fokus dan kewaspadaan.

Namun, matcha juga merupakan minuman berkafein. Dalam satu porsi (sekitar 2 gram), kandungan kafeinnya bisa mencapai 38–88 mg. Oleh karena itu, konsumsinya tetap perlu dibatasi agar tidak menimbulkan efek samping seperti kecemasan atau gangguan tidur.

Efek samping akibat kafein berlebih


Melansir dari laman UjiMatchaTea, salah satu dampak paling umum dari konsumsi matcha berlebihan adalah stimulasi berlebih akibat kafein. Efek ini dapat berbeda pada setiap individu, tergantung sensitivitas tubuh terhadap kafein.


Beberapa gejala yang sering muncul antara lain:

  • Rasa gelisah dan cemas
  • Detak jantung meningkat
  • Sulit rileks atau insomnia
  • Perasaan 'over-energetic' yang tidak nyaman

Efek ini semakin berisiko jika matcha dikonsumsi dalam jumlah besar atau dikombinasikan dengan sumber kafein lain seperti kopi dan minuman energi.


Dampak pada organ tubuh


Melansir dari Manipalcigna, konsumsi matcha berlebihan juga dapat mempengaruhi berbagai organ tubuh:
  • Hati dan ginjal: Beresiko menyebabkan gangguan fungsi hati serta memicu pembentukan batu ginjal.
  • Jantung: Kafein dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah.
  • Pencernaan: Dapat menimbulkan mual, kembung, dan kram, terutama jika diminum saat perut kosong.
  • Sistem saraf: Dapat memicu kecemasan, kegelisahan, hingga tremor akibat stimulasi berlebih.

Meskipun kaya akan manfaat, konsumsi matcha harus dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan karena kandungan kafein serta senyawa aktifnya berisiko memicu gangguan fisik maupun mental seperti insomnia dan kecemasan. Kewaspadaan ekstra sangat disarankan bagi kelompok rentan, mulai dari anak-anak, lansia, ibu hamil, hingga individu dengan riwayat gangguan jantung, ginjal, hati, atau masalah kecemasan, karena dampak yang ditimbulkan bisa lebih serius.

Melansir dari BBC, kunci utama menikmati matcha adalah moderasi atau konsumsi dalam jumlah sedang. Bagi Anda yang memiliki kondisi kesehatan khusus, sangat penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum rutin mengkonsumsinya guna memastikan keamanan bagi tubuh. (Jessica Nur Faddilah)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Wijokongko)