Tarif TransJakarta Rute Bandara Soetta Sebesar Rp15 Ribu

Muhammad Adyatma Damardjati • 6 August 2026 21:35

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menetapkan tarif layanan bus TransJakarta rute Blok M menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) sebesar Rp15.000. Kebijakan ini telah memiliki payung hukum yang sah usai Peraturan Gubernur (Pergub) resmi diteken.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengonfirmasi langsung pengesahan tarif tersebut. Keputusan ini diambil setelah melalui berbagai kajian matang terkait biaya operasional.

"Jadi siang baru saya putuskan, Pergubnya juga sudah saya tanda tangani yaitu dari Blok M ke Bandara Rp15.000," ujar Pramono di Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.

Penetapan angka tersebut didasari oleh sejumlah pertimbangan, salah satunya adalah beban retribusi di area bandara. Pramono menjelaskan, armada bus yang beroperasi di kawasan Bandara Soetta harus melintasi beberapa titik gerbang parkir berbayar.

"Kenapa angka 15 itu? Ini adalah tentunya yang pertama kalau di bandara itu kan ada tempat tiga parkir yang harus dilalui, dan setiap parkir kan ada biayanya," jelas Pramono.

Meski tidak lagi gratis, Pemprov DKI memastikan nominal Rp15.000 tersebut merupakan tarif yang paling terjangkau bagi masyarakat. Angka ini dinilai sangat kompetitif dan ekonomis jika disandingkan dengan moda transportasi komersial lain yang menuju ke bandara.

"Dibandingkan dengan seluruh transportasi mau pakai apa pun, saya yakin Trans Jabodetabek dari Blok M ke bandara pasti jauh lebih murah. Bahkan sekarang ini kalau naik Damri atau naik taksi pun angkanya sudah di atas Rp100.000 semua," jelasnya. Guna menunjang kenyamanan penumpang seiring berlakunya penyesuaian tarif ini, Pemprov DKI juga telah menambah kuota armada bus yang mengaspal di rute tersebut. Pramono meyakini masyarakat tidak keberatan dengan kebijakan tarif ini karena kualitas layanan yang terus ditingkatkan.

"Tingkat kepuasan publik dari survei terakhir di atas 97 persen dan mereka rata-rata tidak ada penolakan sama sekali terhadap rencana penyesuaian tarif ini," pungkas Pramono.

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X