Kain Ulos Berpotensi Tembus Pasar Internasional

14 October 2026 16:07

Kain ulos yang selama ini identik dengan tradisi dan upacara adat, kini terus berinovasi menjadi bagian dari industri fesyen modern. Melalui Medan Fashion and Culture Festival 2026, para desainer menghadirkan berbagai kreasi fesyen berbahan ulos. Mulai dari busana hingga aksesori untuk memperluas pasar, sekaligus juga memperkenalkan warisan budaya Sumatra Utara (Sumut) ke panggung dunia.

Mengusung tema Ulos in Innovation, Medan Fashion and Culture Festival 2026 digelar pada 13 hingga 18 Oktober, di Atrium Sun Plaza Medan, Kota Medan. Acara ini menjadi salah satu upaya memperingati Hari Ulos sekaligus mendorong pengembangan kain tradisional Sumut melalui industri kreatif. 

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Medan, Airin Rico Waas menyebut acara ini juga menjadi wadah bagi desainer lokal untuk bertukar pengalaman dan mengembangkan karya.

"Jadi, dalam rangka memperingati Hari Ulos, kita ingin memperingati dengan cara mengenakan, mempromosikan kembali kain ulos. Jadi kita menampilkan berbagai macam ulos dan ada wastra-wastra yang menggunakan ulos-ulos dalam tampilan look-look desainnya," ujar Airin, dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Rabu, 14 Oktober 2026.

Inovasi ulos dinilai menjadi langkah penting agar kain tradisional ini tidak hanya bertahan sebagai simbol adat, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang berkelanjutan. Desainer Torang Sitorus menilai ulos memiliki potensi besar untuk menembus pasar fesyen internasional.

"Mau enggak mau kita memang sedikit menabrak ulos sebagai kain adat, ya, saat dia masuk ke industri fesyen. Ulos ini sudah berubah fungsinya menjadi komoditas fesyen yang berkembang, bisa menghidupi ada pengrajin, ada desainer, ada butik, ada pedagang ulos," ujar Torang.

Sementara itu, perubahan fungsi ulos menjadi bagian dari fesyen modern juga mulai terlihat dalam kehidupan masyarakat. Ulos kini dapat dijumpai dalam berbagai model busana, mulai dari pakaian sehari-hari, busana kerja, hingga pakaian pesta. Salah satu pengunjung, May Aritonang menilai pengembangan desain kain ulos membuat kain tradisional ini semakin relevan dengan gaya hidup masyarakat saat ini. 

"Jadi untuk saat sekarang ulos ini tidak untuk adat aja ya, bukan untuk suatu kebiasaan di pesta adat suatu daerah, tetapi sekarang ulos ini menjadi fesyen untuk pakaian hari-hari, fesyen untuk resepsi pesta, dan keseharian-keseharian gitu loh," kata May. 

Melalui inovasi desain dan kolaborasi antardesainer, Medan fesyen and Culture Festival 2026 diharapkan dapat memperluas penerimaan ulos di pasar fesyen sekaligus membuka peluang bagi industri kreatif dan para perajin lokal. 

(Lutfia Azzahra)

(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X