Isyaratkan Akhiri Agresi ke Iran, Trump Mulai Menyerah?

10 March 2026 22:59

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan sinyal kuat bahwa agresi militer AS terhadap Iran akan segera berakhir. Dalam pernyataannya di Florida, Trump mengklaim bahwa operasi yang telah berlangsung selama sepuluh hari tersebut berjalan lebih cepat dari jadwal yang ditentukan.

Meskipun mendapat tekanan global yang masif dan menghadapi fluktuasi harga minyak dunia, Trump menegaskan bahwa tujuan utama operasi ini adalah untuk menekan harga energi bagi rakyat Amerika.

Dalam konferensi pers terbaru, Trump mengungkapkan bahwa pasukan AS telah menyerang sedikitnya 5.000 target di wilayah Iran. Serangan tersebut diklaim telah melumpuhkan kemampuan rudal Iran. Selain serangan darat dan udara, Trump juga menyatakan bahwa armada laut AS telah menenggelamkan lebih dari 50 kapal milik Iran.

"Kami telah melakukannya. Kami membawa (harga minyak) menjadi sangat rendah. Ini hanyalah sebuah ekskursi menuju sesuatu yang harus diselesaikan, dan kita sudah sangat dekat untuk mengakhirinya juga," ujar Trump.

Pihak Gedung Putih kini mulai menunjukkan keterbukaan untuk mengakhiri agresi tersebut. Namun, AS tetap memberikan peringatan keras bahwa ancaman serangan terhadap fasilitas vital, seperti produksi listrik, tetap terbuka jika Iran tidak segera menyerah.
 

Baca juga: Jubir Kemenlu Iran Sebut Serangan AS-Israel Upaya Nyata untuk Melenyapkan Iran

Di sisi lain, laporan dari lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Meski AS mengklaim kemampuan rudal musuh telah lumpuh, Iran dilaporkan masih terus meluncurkan rudal-rudal unggulannya ke target militer AS dan sekutunya. Pemerintah Iran secara tegas menyatakan bahwa mereka tidak akan menyerah di bawah ancaman maupun tekanan militer dari pihak musuh.

Sebagai langkah mitigasi dampak konflik di kawasan Teluk, Amerika Serikat kini menawarkan asuransi risiko politik (political risk insurance) bagi kapal-kapal tanker yang beroperasi di wilayah tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas distribusi energi meskipun sempat terganggu akibat operasi militer ini.

Trump menegaskan tidak akan berhenti melakukan tekanan hingga seluruh keinginannya tercapai, sembari menjanjikan hasil akhir berupa harga bensin dan gas yang lebih murah bagi warga Amerika Serikat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)