Purbaya Pastikan Uang untuk Bayar Utang Kereta Cepat Sudah Tersedia

Anwar Fuadi • 8 September 2026 12:32

Jakarta: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pihaknya memiliki dana yang cukup untuk menangani penyelesaian utang kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Kewajiban tersebut akan dibayarkan melalui special mission vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan.

Ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 7 September 2026, Purbaya menjelaskan, Kemenkeu tidak perlu mengeluarkan biaya, saat proses penyerahan pengelolaan dan kewajiban utang, proyek kereta cepat Whoosh) dari Danantara Indonesia ke Kemenkeu.

Pengalihan pengelolaan tersebut akan dilakukan pada pertengahan September 2026. Selanjutnya, kewajiban utang kereta cepat akan ditangani oleh salah satu perusahaan SMV atau badan layanan umum (BLU) di bawah Kemenkeu. Namun Purbaya belum mengungkapkan SMV yang ditunjuk.

"Kira-kira pertengahan bulan kita, dikasih ke kami kan kereta cepat. Ya sudah, kita beresin. Nanti utangnya ya kita hitung, mungkin ada nanti BUMN yang di bawah Departemen Keuangan yang menangani itu," kata Purbaya.
Purbaya menilai, SMV yang nantinya menangani kewajiban utang tersebut tidak perlu mencari investor baru untuk mendapatkan dana. Menurutnya, SMV Kemenkeu sudah memiliki kemampuan keuangan yang kuat untuk membayar utang tersebut.

"Kan kalau SMV. Let's say satu perusahaan SMV aja, keuntungannya berapa sekarang? 3 triliun, 4 triliun setahun. Ditambah dengan operasionalnya sendiri, mungkin dapat 800 miliar keuntungannya. Cukuplah untuk bayar utang yang ada sekarang," tambah Menkeu.

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X