Pameran Tunggal 'Seen & Unseen' Resiyaman Hadirkan Dialog Lukisan dan Puisi

Wijokongko • 11 April 2026 14:30

Jakarta: Penikmat seni rupa Ibu Kota tengah disuguhkan sebuah pameran kontemporer. Pameran tunggal dari seniman Resiyaman yang bertajuk 'Seen & Unseen', saat ini tengah berlangsung di Balai Budaya Jakarta, Menteng. Pameran berlangsung sejak 10 hingga 19 April 2026.

Pembukaan pameran ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran Men Sagan. Pelukis maestro asal Yogyakarta tersebut turut hadir mengapresiasi karya Resiyaman. Kehadiran tokoh seni ini menjadi sangat relevan, mengingat kedalaman emosi dan goresan ekspresif dari Men Sagan dan Affandi selama ini telah menjadi salah satu fondasi kuat yang memengaruhi energi Resiyaman dalam berkarya.

Selain itu, karya-karya lukis Abstrak Ekspresionisme yang dipajang bersinggungan langsung dengan bait-bait puisi yang ditulis oleh Iwan Jaconiah. Kolaborasi lintas disiplin antara lukisan dan puisi ini semakin mempertegas identitas Resiyaman yang juga memiliki akar kuat di dunia sastra.

Meskipun karya-karyanya memancarkan kedalaman teknik dan filosofi visual, Resiyaman secara terbuka mengakui bahwa ia tidak menempuh jalur pendidikan seni formal. Ketajaman insting seninya murni tumbuh dari minat yang besar dan observasi panjang selama ia menempuh studi di Prancis dan Rusia.

“Saya tidak ada pengalaman ilmu berpendidikan di seni. Saya itu autodidak. Saya benar-benar meluangkan waktu untuk ke museum, ke galeri, ke rumah-rumah teman saya yang seniman, untuk benar-benar bisa melihat karya-karya yang ada,” ungkapnya saat wawancara langsung di Balai Budaya Jakarta, Jumat, 10 April 2026. Pameran ini juga menjadi tonggak sejarah yang sangat personal bagi perjalanan kariernya. “Ini adalah pameran lukisan tunggal pertama saya,” tuturnya.

Melalui pameran Seen & Unseen, Resiyaman ingin mendobrak sekat eksklusivitas dalam dunia seni rupa dan menularkan semangat berkesenian kepada masyarakat luas. Ia berharap pengunjung bisa membawa pulang sebuah pesan moral dari pameran ini.

“Mungkin apa yang bisa dilihat dari kasatmata mereka sebagai pengunjung adalah bahwa ternyata seni itu bisa untuk siapapun. Untuk berkarya seni,” pungkasnya. (Daffa Yazid Fadhlan)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Wijokongko)