Jakarta: Kementerian Haji dan Umrah terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah menyusul konflik Amerika Serikat dan Israel dengan Iran yang berdampak pada dinamika penerbangan. Pemerintah memastikan kepulangan jemaah umrah ke Tanah Air tetap berjalan aman dan terkoordinasi.
Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff menyatakan bahwa pihaknya telah berkoodinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, otoritas imigrasi, asosiasi travel, hingga maskapai penerbangan.
Hingga 3 Maret pukul 23.49 Waktu Arab Saudi, tercatat 10.060 jemaah telah kembali secara bertahap ke Indonesia sejak 28 Februari. Seluruh Jemaah yang telah tiba di Tanah Air dilaporkan dalam kondisi selamat.
Kantor Urusan Haji di Jeddah juga menurunkan tiga tim yang bertugas secara bergantian di terminal keberangkatan Bandara King Abdul Aziz untuk mendampingi dan memastikan kebutuhan informasi para Jemaah terpenuhi.
Pemerintah juga memastikan koordinasi dengan maskapai dan biro perjalanan terus diperkuat agar seluruh kewajiban pelayanan kepada jemaah tetap terpenuhi hingga tiba di Tanah Air.
Sementara itu, kondisi Mekah dan Madinah dilaporkan kondusif dan jemaah masih dapat menjalankan ibadah dengan lancar.
Sumber: Kementerian Haji dan Umrah