Semakin Canggih, Pedagang Pasar Tradisional Beralih Menggunakan QRIS

Wijokongko • 26 October 2026 10:15

Jakarta: Perkembangan teknologi pembayaran digital mulai mengubah kebiasaan transaksi di pasar tradisional. Jika sebelumnya pedagang dan pembeli mengandalkan uang tunai, kini sejumlah pedagang mulai menyediakan pembayaran melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk memudahkan transaksi.

Salah satunya Imam, pedagang ayam di Pasar Serpong Tangerang Selatan yang baru menggunakan QRIS sekitar tiga bulan terakhir. Ia mengaku menyediakan metode pembayaran tersebut agar pembeli tetap bisa bertransaksi meski tidak membawa uang tunai.

“Biar enak aja, kayak sekarang nggak ada yang pakai duit kalau ke pasar. Soalnya kalau yang belanja kan kadang-kadang nggak ada duit (cash), itu pakainya QRIS,” ujar Imam.

Kehadiran QRIS memberikan alternatif pembayaran bagi pembeli. Cukup dengan memindai kode QR menggunakan aplikasi pembayaran yang mendukung layanan tersebut, transaksi dapat dilakukan tanpa perlu menyiapkan uang tunai atau menunggu kembalian.

Digitalisasi pembayaran juga mulai menjangkau lebih banyak pedagang pasar rakyat. Kementerian Perdagangan mencatat, hingga 2025 sekitar 6.870 pasar rakyat telah mendapatkan fasilitasi digital yang melibatkan lebih dari 300 ribu pedagang. Sementara itu, Bank Indonesia mencatat hingga Juni 2026, QRIS telah digunakan oleh 65,77 juta pengguna dan diterima oleh 44,86 juta merchant. Sebanyak 96,68 persen merchant tersebut merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). (Titik Nurmalasari)

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X