Medan Fashion & Culture Festival 2026 Angkat Pesona Wastra Nusantara

19 October 2026 12:30

Pemerintah Kota Medan terus mendorong potensi kriya dan wastra Nusantara agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional. Komitmen ini diwujudkan melalui pergelaran Medan Fashion & Culture Festival 2026 yang mencapai puncaknya di Atrium Sun Plaza Medan, Sabtu 17 Oktober 2026.

Acara yang diprakarsai oleh Dinas Pariwisata dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Medan ini turut diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Ulos Nasional. Beragam karya fesyen dari desainer lokal dan nasional ditampilkan dengan memadukan kreativitas modern dan kekayaan budaya Nusantara.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan bahwa Kota Medan memiliki banyak perajin, desainer, dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mampu menghasilkan karya kreatif bernilai tinggi. Pemkot Medan berkomitmen memfasilitasi pembinaan dan pelatihan bagi para perajin serta desainer lokal.

"Karya seniman kita sangat luar biasa, bahkan ada yang memiliki nilai sejarah puluhan hingga ratusan tahun. Betapa berharganya karya di daerah kita, dan tentu ini perlu dikembangkan secara luas dimulai dari kota ini. Harapannya, produk fesyen Indonesia suatu saat akan dipakai oleh masyarakat dunia. Itulah target kita," ungkap Rico dikutip dari Metro Siang, Metro TV, Senin 19 Oktober 2026. 
 



Ketua Dekranasda Kota Medan, Airin Rico Waas, menambahkan bahwa festival tahun ini dikemas lebih komprehensif, mulai dari fashion show hingga talkshow yang mempertemukan pakar fesyen dari Medan dan Jakarta.

"Tujuannya agar kita bisa saling bertukar pengalaman. Pengalaman dari fashion designer dan stylist asal Jakarta bisa menjadi inspirasi bagi dunia fesyen di Kota Medan. Harapan saya, kita bisa maju ke tingkat nasional, bahkan internasional," jelas Airin.

Langkah ini diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung bagi para perajin tradisional, mulai dari perajin Ulos, tenun Melayu, kain Uis Karo, hingga pelaku UMKM pembuat tas dan aksesori.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, M. Odi Anggia Batubara, menargetkan festival fesyen dan budaya ini menjadi agenda tahunan dengan tema wastra yang berganti setiap tahunnya.

"Mungkin kali ini temanya Ulos, tahun depan bisa Uis Karo atau tenun Melayu. Kami juga sudah menyiapkan wadah bagi para desainer dan perajin untuk memasarkan karya-karyanya, yakni di Mal Pelayanan Publik ataupun Mustika Deli di bawah binaan Dekranasda," tutur Odi.

Kemeriahan puncak Medan Fashion & Culture Festival 2026 ini juga diwarnai dengan penampilan musisi ibu kota, Societeit de Harmonie. Melalui kolaborasi antara desainer, perajin, dan pemerintah, identitas budaya lokal diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif yang bersaing di pasar global.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X