Negosiasi AS-Iran Jilid 2 Dibayangi Ketidakpastian

23 April 2026 15:59

Rencana negosiasi putaran kedua antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang awalnya akan berlangsung di Islamabad, Pakistan, kini dibayangi ketidakpastian. Teheran mengisyaratkan keraguan untuk hadir lantaran menganggap Washington melakukan aksi yang kontradiktif. 

Sementara itu, Pakistan masih terus berupaya untuk mewujudkan perdamaian keduanya. Terlihat dalam pertemuan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dengan Duta Besar Iran Reza Amiri Moghadam, di Islamabad, pada Rabu, 22 April 2026. Fokus utama pertemuan tersebut adalah membahas situasi regional serta mendorong kelanjutan upaya diplomatik antara Iran dan AS.

Sebelumnya Kementerian Luar Negeri Pakistan mendesak Washington dan Teheran untuk memperpanjang gencatan senjata dan menekankan perlunya dialog berkelanjutan.

Kemudian beberapa jam sebelum masa gencatan berakhir, Presiden AS Donald Trump mengatakan gencatan senjata akan diperpanjang namun menegaskan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran akan tetap berlaku.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan belum ada keputusan final yang dibuat dengan alasan AS selalu bertindak kontradiktif dari dialog-dialog yang pernah digelar.



"Setelah kesepakatan tercapai kami menghadapi tindakan AS di Selat Hormuz yang mereka sebut blokade angkatan laut. Dan dalam satu jam terakhir Anda telah menyaksikan mereka menyerang kapal dagang Iran dan ini jelas merupakan pelanggaran gencatan senjata," ujar Baghaei, dikutip dalam tayangan Breaking News Metro TV, Kamis 23 April 2026. 

Akibat rencana negosiasi antara Iran dan AS gagal dilanjutkan, beberapa penghalang jalan di ibu kota Pakistan telah disingkirkan. 

Namun demikian persiapan dan langkah-langkah keamanan utama tetap diberlakukan. Para pejabat mengatakan Pakistan masih menunggu kabar dari Teheran mengenai kapan mereka akan mengirim delegasi untuk negosiasi putaran kedua.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)