Sejarah Imlek di Indonesia, Dulu Dilarang?

16 February 2026 12:20

Jakarta: Tidak banyak yang tahu bahwa perayaan Tahun Baru Imlek di Indonesia pernah mengalami masa sulit. Tradisi yang kini identik dengan kemeriahan, dekorasi merah, dan pertunjukan barongsai ternyata sempat dibatasi dan hampir menghilang dari ruang publik.

Imlek sendiri telah hadir di Nusantara sejak ratusan tahun lalu, mengikuti kedatangan komunitas Tionghoa yang membawa budaya, kepercayaan, serta tradisi mereka. Namun situasi berubah drastis pada 1967, ketika pemerintah Orde Baru mengeluarkan kebijakan yang membatasi ekspresi budaya Tionghoa di ruang publik. Perayaan seperti Imlek hanya boleh dilakukan secara tertutup, misalnya di lingkungan keluarga atau tempat ibadah. 
 


Kebijakan tersebut berdampak besar pada kehidupan sosial masyarakat Tionghoa. Banyak generasi muda tumbuh tanpa kesempatan merayakan atau mengenal tradisi leluhur secara terbuka karena berbagai simbol budaya, bahasa, hingga perayaan ikut dibatasi. 

Larangan Dicabut Oleh Presiden Gus Dur

Perubahan mulai terjadi pada tahun 2000. Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mencabut larangan terhadap praktik budaya Tionghoa sehingga masyarakat kembali memiliki kebebasan untuk mengekspresikan tradisi mereka. 
Langkah tersebut kemudian diperkuat ketika pemerintah menetapkan Tahun Baru Imlek sebagai hari libur nasional pada 2003, menandai era baru penerimaan budaya dan keberagaman di Indonesia.
 
Sejak saat itu, perayaan Imlek semakin terlihat di ruang publik mulai dari festival Cap Go Meh, atraksi barongsai di pusat perbelanjaan, hingga ornamen lampion yang menghiasi berbagai kota. Imlek pun tidak lagi dipandang sebagai perayaan kelompok tertentu saja, melainkan menjadi bagian dari warna budaya nasional.

Perjalanan panjang ini menunjukkan bahwa tradisi yang bisa dirayakan dengan bebas merupakan tanda tumbuhnya penghargaan terhadap keberagaman.

Karena di balik meriahnya Imlek hari ini, tersimpan sejarah tentang perjuangan budaya dan pengingat bahwa harmoni tercipta saat perbedaan diberi ruang untuk hidup berdampingan.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Calista Vanis)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)