Zein Zahiratul Fauziyyah • 13 February 2026 15:59
Jakarta: Tradisi Yu Sheng kembali mewarnai perayaan Imlek 2026 sebagai simbol kelimpahan, kemakmuran, dan harapan baik di tahun yang baru. Lebih dari sekadar hidangan, ritual ini menjadi momen kolektif untuk “mengangkat” doa dan optimisme setinggi mungkin melalui prosesi yang khas dan penuh makna.
Yu Sheng dikenal sebagai sajian salad ikan mentah yang identik dengan perayaan Tahun Baru Imlek. Ritualnya dilakukan dengan mengaduk hidangan secara bersama-sama sambil mengucapkan doa serta harapan positif. Semakin tinggi adukan dilakukan, semakin besar pula simbol harapan atas rezeki dan keberuntungan yang ingin diraih di tahun yang baru.
Setiap elemen dalam
Yu Sheng memiliki filosofi tersendiri. Ikan mentah melambangkan kelimpahan dan kemakmuran, sayuran berwarna-warni merepresentasikan kesejahteraan dan keberagaman, sementara saus serta bumbu yang dituangkan bersama menjadi simbol keharmonisan dan persatuan. Perpaduan tersebut mencerminkan keyakinan bahwa keberuntungan lahir dari kebersamaan.
Berbeda dari tradisi makan biasa,
Yu Sheng menekankan partisipasi kolektif. Seluruh peserta berdiri mengelilingi hidangan dan mengaduknya serentak, menciptakan suasana penuh semangat dan optimisme. Momen ini bukan hanya tentang menikmati makanan, melainkan juga merayakan nilai kebersamaan yang menjadi inti perayaan Imlek.
Di Indonesia, Yu Sheng juga mencerminkan keterbukaan budaya. Meski berakar dari tradisi Tionghoa, ritual ini kini dapat dinikmati lintas kalangan dan latar belakang, sejalan dengan semangat kebhinekaan. Dengan demikian, Yu Sheng tidak hanya menjadi simbol rezeki, tetapi juga representasi harmoni dalam keberagaman.