KTT ASEAN 2026 Sepakati Langkah Strategis Hadapi Krisis Energi

11 May 2026 16:27

Cebu: Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN 2026 digelar di Cebu, Filipina, pada 7–8 Mei 2026. Dalam pertemuan tersebut, negara-negara ASEAN menyepakati sejumlah langkah strategis untuk menghadapi dampak konflik di Timur Tengah.

KTT yang mengangkat tema 'Navigating Our Future Together' ini fokus membahas soal ketahanan energi, ketahanan pangan, serta stabilitas ekonomi kawasan di tengah dampak konflik Timur Tengah.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Junior (Jr.) yang memimpin KTT ASEAN menyatakan konflik Iran telah menunjukkan kerentanan negara-negara ASEAN terhadap guncangan eksternal. Menurutnya, dampak perang tetap akan terasa dalam jangka panjang meski konflik nantinya berhasil mereda.

"Sampai pertempuran berakhir, sampai pemboman berakhir, maka akan sangat sulit untuk menyusun solusi apa pun. Itulah mengapa seruan utamanya adalah perdamaian sekarang," ujar Ferdinand, dikutip dari Zona Bisnis, Metro TV, Senin, 11 Mei 2026. 
 

Baca Juga: Presiden Prabowo Dukung Perundingan Damai Kamboja-Thailand

Dalam pertemuan itu, negara-negara ASEAN menyepakati sejumlah langkah strategis, mulai dari pembentukan cadangan bahan bakar darurat, pengembangan jaringan listrik regional, diversifikasi pasokan minyak, hingga dorongan penggunaan kendaraan listrik dan teknologi energi baru, termasuk nuklir sipil.

Meski begitu, para pemimpin ASEAN mengakui program tersebut membutuhkan proses yang panjang dalam penerapannya, terutama untuk membangun cadangan bahan bakar regional dan jaringan listrik terintegrasi antarnegara.

Selain membahas konflik di Timur Tengah, para pemimpin ASEAN juga menyoroti sejumlah isu regional lainnya, seperti sengketa Laut China Selatan, konflik di Myanmar, serta ketegangan perbatasan antara Thailand dan Kamboja.

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)