4 March 2026 23:24
Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, pemerintah tengah mempersiapkan strategi pengamanan energi Indonesia di tengah memanasnya perang di Timur Tengah. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan energi.
Bahlil menyatakan 20–25 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari Selat Hormuz. Jika jalur itu terganggu, pemerintah akan mengalihkan sebagian impor ke negara lain seperti Afrika, Angola, dan Amerika Serikat (AS) melalui skema resiprokal.
"Dengan berbagai macam dinamika yang ada, alhamdulillah ternyata setelah tadi detailing total impor kita dari Timur Tengah itu kurang lebih sekitar 20 sampai 25 persen. Selebihnya kita ambil dari Afrika, Angola, AS, kemudian Brazil," tutur Bahlil, dikutip dari Zona Bisnis, Metro TV, Rabu, 4 Maret 2026.
Bahlil juga menyebut pemerintah akan menata ulang komposisi impor LPG, yang saat ini 70 persen berasal dari AS dan 30 persen dari kawasan Timur Tengah. Untuk menjaga pasokan tetap aman, impor akan dialihkan ke negara-negara yang tidak terdampak konflik di Selat Hormuz.
| Baca Juga: Selat Hormuz Ditutup, Bahlil: 25% Impor Minyak Mentah Indonesia 'Mandek' |