Keterbatasan lahan tidak membuat warga Wirobrajan, Yogyakarta putus asa dalam bertani. Warga justru memanfaatkan galon bekas air mineral untuk dijadikan wadah menanam padi. Kelompok Tani (KT) Swa Katon Asri, misalnya. Mereka menyulap galon bekas air mineral menjadi wadah budidaya padi. Sebanyak 120 galon digunakan pada percobaan pertama.
"Karena padi itu kan sebagai makanan pokok. Akhirnya ya dengan menggunakan metode galon, menggunakan media galon ini, bisa hidup gitu," ujar Anggota Kelompok Tani Swa Katon Asri, Nugroho, dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Jumat, 25 September 2026.
Nugroho juga menjelaskan jika metode menanam padi menggunakan wadah galon air mineral tidak begitu sulit. Dirinya menyebut sistem tanam yang diterapkan adalah sistem tanam benih langsung (tabela).
"Sebetulnya sangat mudah. Saya dari awal menanam kita menggunakan sistem Tabela, tanam benih langsung. Jadi kita persiapkan media tanam, pupuk, dan tanah kita campur, terus kita diamkan berapa hari. Setelah itu kita genangin. Kita genangin, terus kita tabur benih satu, gitu aja. Terus untuk pengairannya, kalau tanaman tersebut masih berukuran belum sampai 10 sentimeter, air itu enggak perlu penuh," ujar Nugroho.
Lebih lanjut, Nugroho menyebut jika kelompok taninya tidak hanya memanfaatkan galon air mineral untuk menanam padi, melainkan juga untuk menanam sayuran lainnya, seperti cabai, terong, dan bawang.
"Kalau dari tanamannya, yang paling sulit itu cabai. Kalau tanaman cabai itu memang perlakuannya sulit. Kalau yang paling bagus di sini itu terong. Komoditas kami dari tahun 2024 sampai sekarang, itu hasilnya lumayan bagus, lumayan menjanjikan," ujar Anggota Kelompok Tani Swa Katon Asri, Yanti.
(Lutfia Azzahra)