Perjalanan Panjang Global Sumud Flotilla

25 May 2026 08:16

Jakarta: Sembilan warga negara Indonesia yang sempat ditangkap oleh tentara Israel dalam perjalanan Global Sumud Flotilla saat ini sudah dibebaskan. Aksi Solidaritas Internasional ini sudah melewati perjalanan yang panjang dan berbagai tantangan dalam misi rakyat sipil menembus Blokade Gaza. 


Sejarah Global Sumud Flotilla


Global Sumud Flotilla adalah sebuah organisasi yang datang dari akar rumput. Ini adalah murni aksi solidaritas masyarakat sipil dan sudah panjang perjalanannya. Sejarah Global Sumud Flotilla bukan pertama kali muncul secara tiba-tiba di 2025, tapi sebenarnya sudah muncul sejak beberapa tahun sebelumnya. 

Sejarahnya sudah ada sejak 2005, sudah beberapa kali melakukan perjalanan dan perjalanan, tidak hanya bicara soal perjalanan laut saja, tapi juga ada di darat, di laut dan juga berbicara di kalangan parlemen. Kalau bicara soal tujuannya, ada tujuan politik dan juga tujuan kemanusiaan dalam Global Sumud Flotilla yang tujuannya yang pertama adalah soal mendobrak blokade laut Gaza.

Ada banyak sekali kapal-kapal yang berusaha berlayar,  membawa bantuan logistik untuk rakyat Palestina yang saat ini di blokade oleh bangsa Israel. Selain untuk mendobrak blokade laut Gaza, juga ada beberapa tujuan lain dan kalau kita bicara soal sejarah, Global Sumud Flotilla terdiri lebih dari 100 organisasi internasional yang bergabung. Kalau Anda sempat mengingat ada kapal yang pernah ditembak oleh Israel pada 2005, itu adalah kapal yang juga tergabung dalam Global Sumud Flotilla.

Sejak 2010 namanya sudah berubah menjadi Freedom Flotilla Coalition. Banyak sekali tantangan yang dihadapi oleh para aktivis yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla ini. 


Tujuan politik dan kemanusiaan Global Sumud Flotilla


Selain mendobrak blokade Gaza yang dilakukan di laut, di darat,  banyak sekali kegagalan dan tantangan yang dihadapi, tapi ada tujuan lain dari apa yang sudah dilakukan oleh aktivis Global Sumud Flotilla, yakni meningkatkan tekanan internasional terhadap Israel dan juga membangun solidaritas global sipil. 

Walaupun sejauh ini banyak sekali yang gagal untuk masuk ke Gaza, membawa logistik untuk teman-teman rakyat Palestina, tapi tetap pada saat sudah dilakukan perjalanan tersebut terjadi kegagalan, ini memunculkan solidaritas yang lebih kuat lagi di kalangan global sipil.  


Tokoh-tokoh yang terlibat


Ada beberapa nama figur-figur internasional yang ikut dalam perjalanan Global Sumud Flotilla, di antaranya Greta Thunberg. Greta Thunberg adalah aktivis lingkungan yang pernah ditahan oleh Israel, dan tetap menyuarakan kebebasan rakyat Palestina. Tahun lalu dia juga sempat ditangkap bersama dengan rekannya Tiago Avila, seorang aktivis asal Brazil yang pada 10 Mei akhirnya dibebaskan, tapi sebelumnya ia ditangkap, diculik oleh tentara Israel, dan kemudian dirinya melakukan aksi mogok-makan sebagai bentuk protesnya karena dirinya diperlakukan secara tidak manusiawi di tempat penahanan yang disiapkan oleh tentara Israel.

Tujuannya tetap sama yaitu berusaha untuk membangun awareness masyarakat global supaya tetap ingat untuk mendukung kebebasan rakyat Palestina. Tidak hanya aktivis saja, ada dokter, jurnalis, serikat buruh, relawan internasional, banyak sekali orang-orang yang memberikan perhatian dan berusaha untuk melakukan upaya yang bisa dilakukan oleh rakyat sipil tergabung dalam Global Sumud Flotilla.


Aksi solidaritas sipil terbesar untuk Palestina


Global Sumud Flotilla adalah aksi masyarakat sipil terbesar yang ada, dan terdiri dari sekitar 39 sampai 45 negara berbeda yang bersatu bersama-sama melakukan aksi solidaritas terbesar untuk masyarakat Palestina. Totalnya yang terakhir ada 400 sampai 500 peserta yang dilaporkan ada di dalam Global Sumud Flotilla berusaha untuk berlayar mendobrak blokade Gaza. Tapi sayang sekali hampir tidak ada misi Flotilla sejak 2010 lalu yang berhasil mencapai Gaza, membawa bantuan logistik yang sudah disiapkan itu sampai ke Gaza tanpa dicegat oleh Israel.

Sebagian besar tidak ada bantuan yang sampai, tapi tetap diusahakan sampai saat ini. Saya mau Anda melihat ada pernyataan yang disampaikan oleh Tiago Avila. Dia mengatakan ini pada bulan Agustus 2025 setelah dirinya ikut di dalam Global Sumut Flotilla. Dia mengatakan, jadi "when governments fail, we sail". Pada saat dia melihat pemerintah gagal untuk melindungi dan juga memperjuangkan rakyat Palestina maka mereka berlayar menembus blokade Gaza melalui jalur laut dan ini adalah salah satu yang kemudian diresikokan pada akhirnya Tiago Avila sempat diculik dan juga teman-teman sempat diculik tapi sudah dibebaskan. 

Ini adalah salah satu upaya dari Global Sumud Flotilla tidak hanya dilakukan dari laut saja, tapi beberapa waktu lalu ramai di kalangan masyarakat karena banyak aktivis yang kemudian diculik oleh tentara Israel. Ada juga upaya yang dilakukan melalui konvoi darat dan juga ada upaya yang dilakukan lewat parlemen.

Sumber: Redaksi Metro TV

(Wijokongko)