20 January 2026 08:19
Art: 1 New Museum kembali menghadirkan koleksi seni rupa melalui pameran tunggal pelukis legendaris almarhum Chris Suharso. Pameran ini menampilkan puluhan karya yang merefleksikan landscape Nusantara sebagai ruang batin dan bentuk perlawanan estetika pascakolonial.
Sebagai institusi seni, Art: 1 New Museum terus berkomitmen mendukung perkembangan seni rupa di Indonesia. Salah satunya dengan bekerja sama dengan keluarga Chris Suharso, menyelenggarakan pameran tunggal bertajuk Perlawanan Melalui Tatapan: Impresi dan Citra Pascakolonial.
Pameran yang dikuratori oleh Mikke Susanto ini menampilkan 47 lukisan karya Chris Suharso. Mikke menjelaskan, bahwa pelukis yang hidup berkarya pada periode tahun 1931 hingga 1999. Melalui karya-karyanya, ia tidak menampilkan landscape Nusantara sebagai dokumentasi geografis, melainkan sebagai ruang batin yang sarat makna spiritual.
Dengan horizon visual yang tenang, pohon-pohon sunyi, atmosfer mediatif, lukisan-lukisan Suharso mengajak penikmat seni untuk berkontemplasi.
“Dari lukisan-lukisan beliau kita lihat bahwa gaya impresionisme maupun realisme yang dia buat itu tidak semata-mata menggambarkan alam, tetapi juga ada semangat spiritualitas, semangat lokalitas, dan pencatatan terhadap berbagai macam budaya yang terjadi pada dekade 60 sampai 90-an.” kata Kurator, Mikke Susanto.
“Pameran ini saya rasa sangat panting untuk ditonton publik dan memberikan satu gambaran betapa Chris Suharso ini bisa disetarakan sebagai bagian dari perkembangan seni rupa modern di Indonesia, beliau juga menjadi bagian dari kemaestroan budaya di Nusantara.” ucapnya.
| Baca juga: Pegiat Seni di Yogyakarta Gelar Aksi Teatrikal Tolak Kepala Daerah Dipilih DPRD |