Asap Pekat Membumbung Tinggi dari Timbunan Sampah di TPA Jatiwaringin

9 July 2026 00:28

Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Tangerang, Banten memasuki hari kesembilan pada Rabu, 8 Juli 2026. Dan hingga kini proses pemadaman masih terus dilakukan dengan dukungan helikopter water bombing.

Asap pekat masih membumbung dari timbunan sampah dan menyelimuti kawasan TPA Jatiwaringin. Meskipun demikian, kobaran api sudah tidak lagi terlihat di permukaan. 

Petugas gabungan terus berupaya memadamkan api melalui jalur udara dengan water bombing serta jalur darat menggunakan mobil pemadam, alat berat, dan metode water injection untuk menjangkau titik api di dalam tumpukan sampah. Data BNPB, dari 18 hektare area TPA Jatiwaringin yang terbakar, 50 persen di antaranya sudah berhasil dipadamkan. 

Asap yang terus menyelimuti kawasan permukiman membuat ratusan warga dari tiga desa terdampak mengalami batuk, pilek, sesak nafas, hingga iritasi pada kulit.
 


“Batuk, pilek, terus kayak sesek gitu di napas tuh sesek berat gitu. Terus kalau misalkan napas tuh kayak sesek. Asepnya soalnya setiap hari kan udah satu minggu lebih kita di sini. Asep tuh tiap hari pagi, siang, sore, malam, terutama sore, jam-jam sore itu asep tebel banget di sini,” kata seorang warga, Ucu dalam program Primetime News Metro TV, Rabu, 8 Juli 2026. 

Pemerintah pun menyiagakan posko kesehatan yang beroperasi selama 24 jam untuk memberikan pelayanan medis bagi warga terdampak dengan mayoritas pasien ibu dan anak. Petugas mengimbau warga untuk menggunakan masker, membatasi aktivitas di luar rumah, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gangguan pernapasan.

“Kita melihat asap yang ada yang masih muncul itu ya kalau dari geotermal itu dilihat di dalamnya sini masih ada yang panas. Jadi step by step semuanya. Jadi nanti ini makanya heli ini sama kawan-kawan yang dari utara, selatan itu nyiram tuh pembasahan istilahnya, pendinginan sehingga di dalam ini mati,” kata Dir. Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan dalam program Primetime News Metro TV, Rabu, 8 Juli 2026. 

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X