Jaga Jakarta Bersih: Pilah Sampah

9 May 2026 21:18

Besok, Jakarta akan menggelar deklarasi Gerakan Pilah Sampah dan pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta, Jaga Jakarta Bersih, Pilah Sampah, di kawasan Rasuna Said. Ini bukan seremoni biasa. Ini adalah titik awal dari perubahan yang sudah terlalu lama ditunda.

Yang menjadi pertanyaan mendasar, kenapa pilah sampah dari rumah? Sebab sudah darurat. Jakarta bukan sedang bergerak menuju krisis sampah, Jakarta sudah di dalamnya dan fakta-faktanya tidak bisa lagi kita abaikan.

Bantar Gebang saat ini sudah hampir penuh. Per awal 2026, TPST Bantar Gebang sudah terisi lebih dari 86,4 persen dari kapasitasnya. Gunungan sampah ini bahkan longsor dan juga memakan korban jiwa. 
 



Tepatnya pada 8 Maret 2026, zona 4 TPST Bantar Gebang mengalami longsor. Tidak hanya itu, sistem konvensional juga sudah tidak bekerja. Selama puluhan tahun kita menggunakan sistem yang paling sederhana, yaitu angkut dan buang. 

Sampah diambil dari rumah, kemudian diangkut truk, lalu dibuang ke TPA. Kementerian Lingkungan Hidup bahkan telah menginstruksikan Pemprov DKI Jakarta untuk menghentikan sistem pembuangan terbuka atau open dumping. Dan yang lebih tegas lagi mulai tanggal 1 Agustus TPST Bantar Gebang hanya akan menerima sampah residu, bukan sampah campuran seperti selama ini.

Memilah sampah dari rumah juga bisa mengurangi residu dari sumber. Di sinilah logika pemilahan sampah bekerja. Bukan sekadar membuat kita terlihat peduli lingkungan tapi ini soal efisiensi sistem secara keseluruhan. Ulasan selanjutnya dapat disimak dalam program Fact Check Metro TV, dalam video di atas.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)