TKA SMA 2026, 3,86 Juta Peserta Siap Uji Kemampuan Akademik

28 October 2026 08:05

Jakarta: Tes Kemampuan Akademik atau TKA jenjang SMA dan sederajat sudah mulai dilaksanakan akhir Oktober 2026. Ini ada lebih dari 3,8 juta peserta sudah mendaftar untuk mengikuti asesmen yang dirancang mengukur capaian akademik murid secara terstandar. Bagaimana pelaksanaan TKA tahun ini dan bagaimana pula hasilnya untuk bisa dimanfaatkan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi?


Pelaksanaan TKA


Pelaksanaan TKA jenjang SMA dan sederajat dijadwalkan berlangsung dalam beberapa gelombang. Yang pertama dilaksanakan pada 26 sampai dengan 29 Oktober, lanjut gelombang kedua pada 2 sampai 5 November. Sementara itu assesment mata pelajaran wajib pada 31 Oktober sampai 1 November, dan mata pelajaran pilihan pada 7 sampai dengan 8 November. Hasilnya akan diumumkan pada 23 Desember.

Jumlah peserta TKA 2026


Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencatat lebih dari 4,2 juta calon peserta. Sekitar 3.864.195 murid sudah mendaftar, dan angka ini setara dengan 91,72 persen dari total calon yang sudah menjadi calon peserta. Berdasarkan jenjang pendidikan, tingkat pendaftaran murid SMA mencapai 95,68 persen, MA 95,64 persen, SMK 93,10 persen. Data ini menunjukkan tingginya partisipasi murid dalam pelaksanaan asessment akademik untuk tahun 2026 karena semuanya sudah lebih di atas 90 persen.


Mata pelajaran yang diujikan


Selanjutnya, dalam TKA murid itu akan mengerjakan 3 mata pelajaran wajib ini, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan juga Bahasa Inggris. Selain itu murid juga mengikuti asesmen 2 mata pelajaran pilihan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Melalui mata pelajaran tersebut, TKA diharapkan memberikan gambaran capaian akademik murid yang nantinya harapannya itu lebih terukur dan terstandar. 

TKA di wilayah terdampak bencana


Walaupun diselenggarakan secara nasional, pelaksanaan TKA juga memperhatikan bagaimana kondisi murid di wilayah-wilayah yang terdampak bencana di Indonesia. Keamanan sekolah, soal kesehatan guru dan juga murid, akses menuju lokasi, serta kesiapan sarana dan prasarana, itu semua jadi pertimbangan dalam menentukan jadwal asesmen yang akan dilakukan soal TKA ini.

Sekolah yang belum berada dalam kondisi aman tidak dipaksa untuk bisa ikut dalam jadwal utama. Sesuai dengan jadwal yang tadi disampaikan di bagian awal, peserta yang terkendala bencana atau kondisi-kondisi tertentu itu tetap diupayakan untuk bisa punya kesempatan yang sama melalui mekanisme asesmen susulan sesuai dengan ketentuan. 

Seandainya yang bersekolah lokasinya ada di Kalimantan yang sedang terdampak karhutla, itu juga nanti akan ada penyesuaian pada saat pengaturan ulang jadwalnya karena masuk ke dalam wilayah yang terdampak bencana. Kita akan simak terlebih dahulu pernyataan selengkapnya yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti berikut ini:

"Sekolah-sekolah yang terdampak karhutla, kami sudah membuatkan jadwal khusus dan memang ada satu provinsi yang secara khusus meminta untuk dijadwalkan secara tersendiri, khususnya Kalimantan Tengah. Ini surat resmi kepada kementerian karena kondisi karhutla yang belum memungkinkan untuk anak-anak belajar dan juga memungkinkan anak-anak mengerjakan tes secara aman. 

Karena keamanan dan keselamatan serta kesehatan murid adalah yang utama. Nah, tapi sudah kita jadwalkan untuk nanti pelaksanaannya diselenggarakan secara tersendiri. Dan oleh Pak Kepala Badan Perencanaan sudah disiapkan berbagai skenario. Intinya, keamanan, keselamatan, dan kesehatan murid dan juga guru adalah yang utama."

Memahami skor TKA 2026


Skor dalam rentang 200 sampai dengan 800 menggunakan pendekatan namanya item response theory atau teori respons butir. Pendekatan ini mempertimbangkan yang namanya karakteristik soal, termasuk di dalamnya adalah soal tingkat kesukaran dan juga daya pembeda dalam memperkirakan kemampuan tiap-tiap peserta. 

Karena itu jadi skor misalnya dari angka 200 sampai dengan 800, jadi kalau punya skor 600, tidak berarti bahwa peserta itu menjawab benar 60% soal, bukan seperti itu. Tapi ada pemahaman komprehensif dengan pendekatan lain yang digunakan dalam memberikan nilai. Skor TKA ini juga tidak bisa langsung dikonversi ke skala nilai lama melalui perhitungan sederhana. Tapi pemahaman yang tepat terhadap skor ini penting supaya nanti hasil TKA bisa dibaca sebagai gambaran kemampuan akademik, bukan hanya sekadar angka atau persentase jawaban benar yang dijawab oleh siswa tersebut.

TKA bukan penentu kelulusan sekolah


Meski menjadi salah satu instrumen pengukur capaian akademik, tapi TKA bukan penentu kelulusan sekolah. Tidak ada nilai minimum TKA yang ditetapkan sebagai syarat kelulusan sekolah secara nasional. Jadi kelulusan siswa itu ditentukan oleh satuan pendidikan. Hasil TKA arahnya lebih untuk memberikan bagaimana gambaran capaian akademik murid secara terstandar yang bisa dimanfaatkan nanti sebagai bahan evaluasi dan perbaikan pembelajaran, baik untuk muridnya maupun untuk sekolahnya.


Pengaruh hasil TKA terhadap syarat masuk PTN/PTS


Hasil TKA juga bisa dimanfaatkan dalam proses seleksi untuk masuk ke perguruan tinggi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jadi pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi atau SNBP, hasil TKA bisa digunakan sebagai validator nilai rapor. Sedangkan jalur mandiri untuk PTN maupun seleksi perguruan tinggi swasta (PTS), itu melakukan penggunaan hasil TKA ini mengikuti bagaimana kebijakan dan ketentuan masing-masing universitas. Dengan demikian, hasil TKA bisa jadi salah satu sumber informasi akademik bagi perguruan tinggi, namun tidak serta-merta jadi satu-satunya penentu penerimaan mahasiswa baru. Itu tadi paparan yang kami sampaikan untuk Anda dalam At Large hari ini.

Sumber: Redaksi Metro TV

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X