Harga Minyak Dunia Terus Turun Usai AS dan Iran Berdamai

18 June 2026 15:52

Pasar energi global mengalami pergeseran drastis setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran resmi mencapai kesepakatan damai. Langkah diplomatik ini langsung memicu penurunan harga minyak mentah dunia karena pelaku pasar mulai memperhitungkan kembalinya pasokan besar dari Timur Tengah.

Berdasarkan laporan dari televisi negara Republik Islam Iran dan pejabat pemerintah Amerika Serikat, dokumen perdamaian tersebut kini telah ditandatangani secara digital oleh presiden kedua negara. Kesepakatan ini mengakhiri blokade ganda yang sempat melumpuhkan jalur perdagangan utama dan memungkinkan dimulainya kembali lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz.

Dalam sesi perdagangan pada Rabu 17 Juni 2026, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) dilaporkan turun ke level 75,85 dolar AS per barel setelah melewati sesi perdagangan yang berfluktuasi tajam. Tren serupa juga dialami oleh minyak jenis Brent yang resmi ditutup pada harga 78,64 dolar AS per barel.
 

Baca juga: Harga Minyak Dunia Anjlok, Kementerian ESDM Beri Sinyal Penyesuaian Harga Pertamax

Harga minyak mentah dunia kini telah kehilangan hampir seluruh kenaikan harga yang sempat terjadi selama periode konflik berlangsung. Dengan dibukanya kembali Selat Hormuz, potensi aliran jutaan barel minyak dari Timur Tengah kini kembali terbuka lebar untuk masuk ke pasar global.

Meski harga menunjukkan tren penurunan akibat faktor geopolitik yang mendingin, tekanan terhadap persediaan minyak masih cukup besar. Stok minyak di Cushing, Oklahoma, yang merupakan pusat penyimpanan komersial terbesar di Amerika Serikat, dilaporkan terus menyusut.

Saat ini, cadangan di fasilitas tersebut berada di angka sekitar 20 juta barel. Angka ini dianggap oleh banyak pelaku pasar sebagai batas minimum operasional.

(Anggie Meidyana)