15 January 2026 10:54
Lahan kosong di bawah jalan tol Becakayu, RW 13 Cipinang Melayu, Jakarta Timur, kini disulap menjadi area urban farming seluas 1.500 m². Kawasan yang dulunya kumuh dan tidak terawat ini dikelola melalui kolaborasi Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) bersama warga setempat.
Area hijau ini ditanami berbagai jenis sayuran produktif seperti sawi, kangkung, cabai, hingga tanaman obat yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Selain memperindah lingkungan, pemanfaatan lahan ini juga berhasil meningkatkan perekonomian warga melalui hasil panen yang melimpah.
"Hasil panen di sini sangat bermanfaat buat warga, apalagi saat kondisi pandemi yang menyulitkan mobilitas. Kami membangun sistem ini agar ketahanan pangan warga tetap berkelanjutan," ujar Warga RW 13 Cipinang Melayu Umam, dikutip dari Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Kamis, 15 Januari 2026.
Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Agus, menjelaskan bahwa proses pembersihan lahan dari rumput liar dan sampah membutuhkan waktu tiga bulan sebelum bisa mulai ditanami. Penanaman dilakukan secara bertahap hingga kini area hijau tersebut memanjang di sejumlah titik di wilayah Cipinang Melayu.
"Saya bertugas membersihkan area ini dari rumput dan sampah liar sejak tahun 2020 untuk menghindari hal-hal negatif. Kami tidak bisa langsung menanam karena harus fokus pada pembersihan lahan terlebih dahulu," ujar Agus.
Sebagian hasil panen sayuran yang berusia satu bulan kini rutin dijual melalui program pasar tumbuh yang dikelola bersama PKK. Dalam satu kali penjualan, omzet yang dihasilkan mencapai Rp1 juta yang kemudian digunakan kembali untuk membeli bibit dan pupuk.
Meskipun produktif, pengelola menghadapi tantangan berupa cuaca yang tidak menentu serta serangan hama tanaman. Upaya pencegahan terus dilakukan secara mandiri oleh warga demi menjaga kualitas hasil produksi agar tetap stabil.
"Awalnya tanah kosong ini diberdayakan oleh PKK dengan menanam sayuran seperti bayam dan kembang kol. Dinas KPKP awalnya membantu pembibitan, sementara perawatan dibantu oleh petugas PPSU dari kelurahan," ujar Ketua PKK RW 13, Yuli.