1 September 2026 15:12
Gubernur The Federal Reserve (The Fed) atau Bank Sentral Amerika Serikat Kevin Warsh menilai pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) berpotensi menjadi faktor produksi baru yang dapat mengubah produktivitas, pasar tenaga kerja, struktur industri, hingga arah kebijakan moneter The Fed.
Warsh menilai AI menjadi titik perubahan besar bagi perekonomian Amerika Serikat (AS). Teknologi tersebut dinilai berpotensi mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih tinggi.
Perkembangan tersebut turut mendorong derasnya arus modal ke berbagai sektor infrastruktur AI. Investasi mengalir ke industri chip, energi, pusat data, hingga layanan komputasi awan.
Di tengah perkembangan teknologi tersebut, kinerja ekonomi AS dinilai tetap kuat. Laba perusahaan yang tergabung dalam indeks Standard & Poor's 500 tumbuh lebih dari 20 persen dalam setahun terakhir, sementara margin keuntungan berada pada level tinggi secara historis.
Konsumsi rumah tangga juga masih menunjukkan kondisi sehat dengan pertumbuhan lebih dari 2 persen dalam empat kuartal terakhir. Sementara itu, tingkat pengangguran berada di angka 4,1 persen.
Warsh mengatakan kondisi pasar tenaga kerja AS masih relatif stabil dan berada dalam kondisi baik berdasarkan standar historis.
"Pasar tenaga kerja cukup stabil. Tingkat pengangguran di angka 4,1 persen, tetap rendah menurut standar historis, dan tidak banyak berubah dalam beberapa tahun terakhir," ujar Warsh dalam tayangan Zona Bisnis Metro TV, Selasa 1 September 2026.
Ia menambahkan, rata-rata klaim pengangguran selama empat pekan juga berada di dekat level terendah dalam beberapa dekade. Kondisi tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih cukup kuat di tengah perubahan ekonomi yang didorong perkembangan AI.