8 July 2026 22:51
Anak-anak di Deir al-Balah mengikuti latihan karate di sebuah tenda sederhana, ini sebagai pelarian dari tekanan akibat perang. Mereka berlatih bela diri, bermain dan berinteraksi dengan teman-temannya di tengah keterbatasan yang ada.
Dalam program Metro Siang Metro TV, Rabu, 8 Juli 2026, Direktur Al-Zaitoon Karate Club, Khalil Mohammed Ayyad mengatakan latihan ini menjadi sarana pelepasan emosi bagi anak-anak yang hidup dalam situasi konflik. Melalui gerakan pukulan dan latihan fisik, mereka dapat menyalurkan energi negatif secara aman dan sehat.
Minat anak-anak untuk mengikuti latihan disebut sangat tinggi meski kondisi di sekitar masih diliputi perang. Namun klub menghadapi berbagai kendala seperti minimnya peralatan, suhu panas dalam tenda, serta sulitnya akses transportasi. Kondisi gizi anak-anak yang kurang akibat terbatasnya makanan juga menjadi tantangan dalam menjalankan latihan.
“Pertama, sumber daya dan peralatan untuk membantu para peserta pelatihan sulit diakses. Sayangnya tempatnya sangat panas. Kami telah melakukan yang terbaik untuk menyiapkan tempat yang sesuai dan aman tetapi itu tidak mudah,” kata Khalil.
Orang tua peserta, Mohammed Zaher menilai olahraga dapat membantu menjaga kesehatan fisik dan mental anak-anak sekaligus mengurangi perilaku agresif akibat perang. Ia menegaskan anak-anak Palestina tetap berhak belajar, bermain, dan berolahraga meski hanya di tenda atau lahan kosong.
“Jadi, yang terutama mendorong saya untuk melakukan itu adalah mengajari mereka taktik bela diri karena saya memiliki lima anak perempuan dan satu anak laki-laki. Saya juga ingin menggunakan olahraga sebagai cara untuk menyesuaikan dan mengelola perilaku agresif mereka yang muncul selama perang mengingat olahraga dapat menjadi sarana dukungan emosional,” kata Mohammed Zaher dalam program Metro Siang Metro TV, Rabu, 8 Juli 2026.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan anak-anak di Gaza membutuhkan dukungan psikososial mendesak setelah berbulan-bulan menghadapi konflik dan pengungsian.
UNICEF juga memperkirakan hampir seluruh anak di jalur Gaza memerlukan layanan kesehatan mental dan dukungan psikososial. Di tengah perang yang belum berakhir, latihan karate menjadi secercah harapan untuk membantu anak-anak memulihkan semangat dan ketahanan mental mereka.