Canggih! Begini Cara Negara-Negara Ini Padamkan Kebakaran Hutan-Melek Teknologi

16 September 2026 07:52

Jakarta: Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla menjadi persoalan yang dihadapi sejumlah negara, terutama wilayah yang mengalami musim kering, suhu tinggi, dan kondisi vegetasi yang mudah terbakar.

Untuk mengatasinya, keberadaan sumber daya manusia sebagai petugas saja belum cukup. Teknologi, armada udara, sistem pemantauan, serta strategi koordinasi juga diperlukan untuk mempercepat penanganan kebakaran.

Sejumlah negara bahkan memiliki sistem khusus untuk menghadapi kebakaran hutan. Australia, Amerika Serikat, Kanada, Portugal, hingga Spanyol mengembangkan strategi yang menggabungkan kesiapsiagaan, deteksi, pemadaman, dan pengelolaan sumber daya.

 

Cara Negara-Negara Ini Padamkan Kebakaran Hutan

Lantas, seperti apa cara negara-negara tersebut menangani karhutla? Simak informasinya berikut ini!

1. Australia

Australia merupakan salah satu negara yang memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi kebakaran hutan berskala besar. Negara ini mengembangkan sistem yang melibatkan pemerintah federal, negara bagian, dan teritori.

Ada Australasian Fire and Emergency Service Authorities Council atau AFAC yang membantu pengarahan sumber daya lintas negara dan internasional. Selain itu, terdapat sistem bernama National Aerial Firefighting Centre yang mengatur penggunaan sumber daya udara.

2. Amerika Serikat

Amerika Serikat memiliki National Interagency Fire Center atau NIFC yang menjadi pusat koordinasi berbagai lembaga dalam menghadapi kebakaran hutan. Sistem ini memungkinkan pemerintah menyesuaikan kesiapsiagaan berdasarkan kondisi kebakaran, cuaca, bahan bakar vegetasi, dan ketersediaan sumber daya.

Sistem tersebut juga menerapkan mekanisme untuk menentukan tingkat kesiapsiagaan. National Multi-Agency Coordinating Group menetapkan level kesiapsiagaan dari 1 hingga 5 berdasarkan beberapa faktor, seperti aktivitas kebakaran, kondisi cuaca, bahan bakar, serta ketersediaan sumber daya. Penetapan level ini memungkinkan pengerahan kru, pesawat, dan peralatan dilakukan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

3. Kanada

Kanada menghadapi kebakaran hutan dengan melibatkan berbagai wilayah melalui Canadian Interagency Forest Fire Centre atau CIFFC.

Salah satu kekuatan sistem tersebut adalah mekanisme berbagi sumber daya. Ketika kebakaran meningkat di suatu wilayah, petugas dan peralatan dari daerah lain dapat dikerahkan untuk membantu penanganan. Sistem ini juga memungkinkan Kanada bekerja sama dengan mitra internasional ketika kebutuhan sumber daya semakin besar.

4. Portugal

Portugal memiliki sistem khusus bernama Dispositivo Especial de Combate a Incêndios Rurais atau DECIR yang mengatur perencanaan, koordinasi, dan komando operasi kebakaran.

Pada 2026, sistem tersebut disiapkan dengan hingga 15.149 personel, 2.596 tim, 3.463 kendaraan, serta 80 sarana udara ketika risiko kebakaran meningkat. Portugal juga memperkuat deteksi kebakaran melalui pengawasan bergerak, kamera hutan, pengawasan udara, dan jaringan pos pengamatan nasional.

5. Spanyol

Spanyol membagi tanggung jawab penanganan kebakaran antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Pemerintah daerah bertanggung jawab terhadap pertahanan wilayah dari kebakaran hutan, sementara pemerintah pusat memberikan dukungan berupa pesawat pemadam, brigade pemadam, tim pencegahan, serta unit analisis dan perencanaan.

Koordinasi tersebut juga diperkuat melalui latihan bersama sehingga sumber daya dari beberapa wilayah dapat dikerahkan untuk menghadapi kebakaran berskala besar.

 

Nah, teknologi memang dapat membantu mempercepat penanganan karhutla. Namun, keberhasilan pengendalian kebakaran tetap membutuhkan kombinasi antara sumber daya manusia, koordinasi antarlembaga, teknologi, dan pengelolaan sumber daya yang baik.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.

(Eunike Michelle Gultom)

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X