Trump Beri Sinyal Akhiri Agresi ke Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok Drastis

10 March 2026 23:09

Pasar energi global mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi setelah sempat diguncang kekhawatiran krisis inflasi dunia. Harga minyak mentah dunia dilaporkan turun drastis menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengisyaratkan berakhirnya konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Berdasarkan data perdagangan terbaru, indeks West Texas Intermediate (WTI) merosot hingga 9,55% ke level 85,72 dolar AS per barel. Padahal, pada awal sesi perdagangan Senin lalu, harga minyak sempat menembus angka psikologis 100 dolar AS per barel. Fenomena serupa terjadi pada harga ICE Brent Crude yang sempat menyentuh puncak 119,5 dolar AS, sebelum akhirnya ditutup melemah di level 89,48 dolar AS per barel.

Fluktuasi ini tercatat sebagai salah satu rentang harga terlebar dalam sejarah perdagangan minyak dunia.

Meskipun tekanan harga mulai mereda, tantangan pada rantai pasokan global belum sepenuhnya usai. Jalur distribusi vital di Selat Hormuz dikabarkan masih tertutup, yang berdampak langsung pada operasional produsen besar di Timur Tengah. Kondisi tersebut memaksa sejumlah negara eksportir minyak utama seperti Arab Saudi, Irak, dan Uni Emirat Arab untuk memangkas produksi mereka.
 

Baca juga: Iran Siap Izinkan Melintas Selat Hormuz Tapi Minta Negara Putus Hubungan dengan AS dan Israel

DPR Pastikan Stok BBM Nasional Aman

Menanggapi dinamika global tersebut, Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, memastikan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri tetap terkendali. Pemerintah disebut telah mengambil langkah-langkah antisipasi yang terukur untuk melindungi ketahanan energi nasional dari dampak konflik di Timur Tengah.

"Tentu ini (penutupan Selat Hormuz) dapat berdampak juga kepada pasokan BBM seluruh dunia. Tetapi Indonesia telah mengambil langkah-langkah penting, antara lain dengan mencari sumber-sumber pasokan crude (minyak mentah) dari Amerika dan negara-negara Afrika lainnya," ujar Bambang.

Lebih lanjut, Bambang menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir karena laporan terkini menunjukkan bahwa lifting nasional tetap berjalan dengan baik. Dengan diversifikasi sumber pasokan minyak mentah tersebut, pemerintah menjamin bahwa produk BBM untuk kebutuhan dalam negeri saat ini tidak mengalami masalah.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)