Pikiran Penuh, Hati Gelisah? Ini Rahasia Mengatasi Overthinking dalam Islam-Kuliah 3 Menit Ramadan

2 March 2026 15:00

Dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit orang yang merasa pikirannya penuh beban. Tekanan pekerjaan, tuntutan keluarga, ekspektasi masyarakat, hingga standar profesionalisme sering kali menumpuk menjadi satu. Kondisi inilah yang kini kerap disebut sebagai overthinking. Keadaan ketika pikiran terasa sesak, tetapi hati tidak kunjung tenang.

Overthinking membuat seseorang merasa harus mampu mengendalikan dan menyelesaikan semua persoalan sendirian. Padahal, tidak semua hal berada dalam kendali manusia. Ketika pikiran terus dipaksa mencari solusi tanpa henti, yang muncul justru kegelisahan, emosi yang tidak stabil, bahkan keputusan yang kurang tepat.
 

 

Ilusi Kontrol dalam Overthinking

Salah satu akar dari overthinking adalah ilusi kontrol. Perasaan seolah-olah semua masalah dapat diselesaikan sepenuhnya dengan kemampuan dan logika diri sendiri. Dalam kondisi seperti ini, seseorang bisa saja terlalu bertumpu pada pikirannya, hingga lupa pada pedoman agama dan tuntunan Al-Qur’an serta hadis yang diajarkan Rasulullah SAW.

Jika dibiarkan, overthinking bukan hanya mengganggu ketenangan batin, tetapi juga dapat memengaruhi perilaku dan cara seseorang mengambil keputusan.

Sujud: Simbol Kepasrahan dan Ketundukan

Dalam Islam, terdapat satu ibadah yang sarat makna untuk meredakan kegelisahan tersebut, yakni sujud. Sujud adalah posisi ketika manusia meletakkan bagian tubuhnya yang paling mulia serendah-rendahnya di hadapan Allah SWT.

Pada saat sujud, seorang hamba mengakui bahwa tidak semua urusan dapat ia selesaikan sendiri. Ada batas kemampuan manusia, dan di situlah ruang tawakal mengambil peran. Sujud menjadi momentum untuk menyerahkan segala beban, kegelisahan, dan persoalan kepada Allah SWT dengan penuh kejujuran dan kerendahan hati.

Menenangkan Hati dan Menguatkan Tawakal

Secara fisik, sujud membantu tubuh menjadi lebih rileks. Napas menjadi lebih teratur, detak jantung lebih stabil, dan pikiran perlahan lebih jernih. Namun yang lebih penting adalah ketenangan spiritual yang hadir saat seseorang benar-benar berserah diri.

Dalam sujud, seorang Muslim belajar untuk tidak menyombongkan diri atas harta, jabatan, atau keluarga yang dimiliki. Semua itu hanyalah perantara (wasilah) dalam menjalani ikhtiar. Solusi sejati tetap berasal dari Allah SWT.
 

Dengan mengiringi ikhtiar yang optimal dan doa yang tulus, sujud menjadi pengingat bahwa manusia tidak berjalan sendiri. Ketika overthinking mulai menguasai pikiran, sujud dapat menjadi cara untuk menata ulang hati, memperkuat tawakal, dan mengembalikan ketenangan.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)