Bursa Saham Asia dan AS Merosot Tajam Imbas Ketegangan Timur Tengah

30 March 2026 17:57

Jakarta: Bursa saham Asia dan Amerika Serikat (AS) kompak memerah pada pembukaan perdagangan Senin, 30 Maret 2026. Sentimen negatif pasar dipicu oleh ketidakpastian upaya internasional dalam mengakhiri konflik Timur Tengah. 

Di bursa Tokyo, Indeks Nikkei 225 dibuka merosot hingga 5,1 persen pada Senin pagi, 30 Maret 2026. Sementara itu, Indeks Topix juga sempat anjlok 4,6 persen. Faktor utama penurunan ini disebabkan oleh melemahnya sektor elektronik dan perbankan yang menekan keseluruhan indeks.

Di sisi lain, bursa saham Seoul, Korea Selatan (Korsel) dibuka anjlok tajam seiring dengan meroketnya harga minyak mentah dunia. Indeks harga saham Korsel (KOSPI) berada di level  5.188,05 atau menurun 4,6 persen dibandingkan penutupan Jumat lalu. 
 

Baca Juga: IHSG Turun 0,14% Selama 23-27 Maret

Bursa saham global kembali tertekan setelah Wall Street, AS, ditutup menurun tajam pada penutupan perdagangan Jumat lalu. Indeks Standard & Poor's 500 (S&P 500) merosot sebesar 1,7 persen.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average juga turun lebih dari 10 persen, disusul NASDAQ yang merosot 2,1 persen. Hal ini menandai sebagai pekan terburuk sejak konflik dengan Iran dimulai.

Bursa AS telah berada di zona merah selama lima pekan berturut-turut. Tren penurunan ini tercatat sebagai periode terlama dalam empat tahun terakhir. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas pasar global. Ketidakpastian terkait berakhirnya konflik di Timur Tengah menjadi faktor utama yang mendorong pelaku pasar melepas aset berisiko mereka.

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)