24 October 2026 11:44
Jakarta: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan cadangan beras nasional aman hingga Juli 2027. Pemerintah memperkirakan total ketersediaan beras mencapai 25 juta ton, dengan kebutuhan nasional sekitar 2,5 juta ton per bulan.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna pada Rabu, 21 Oktober 2026, Amran melaporkan stok beras di gudang pada Oktober 2026 mencapai 4,56 juta ton. Selain itu, pemerintah memperhitungkan estimasi produksi dari tanaman yang masih berada di lahan atau standing crop sebesar 10 juta ton.
Amran juga menyebut ketersediaan beras dari sektor hotel, rumah tangga, dan kebutuhan lainnya sebesar 10 juta ton. Dengan perhitungan tersebut, total ketersediaan beras nasional diperkirakan mencapai 25 juta ton.
“Total 25 juta ton. Kebutuhan per bulan itu 2,5 juta ton. Artinya apa? Kalau 25 juta ton bagi 2,5, itu 10 bulan. Sampai bulan Juli tahun depan, stok kita aman,” kata Amran dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu 24 Oktober 2026.
Berdasarkan perhitungan tersebut, pemerintah memperkirakan ketersediaan beras dapat memenuhi kebutuhan nasional selama sekitar 10 bulan. Namun, angka tersebut merupakan estimasi yang mencakup stok gudang, produksi tanaman yang masih di lahan, serta komponen ketersediaan lain yang disampaikan dalam sidang kabinet.