Dishub DKI Jakarta Kaji Bebas Parkir dan Shelter Khusus Ojol di Mal dan Perkantoran

12 October 2026 13:33

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta bersama para aplikator dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) tengah mematangkan penyediaan fasilitas shelter transit serta skema bebas parkir bagi pengemudi ojek online (ojol) di pusat perbelanjaan dan area perkantoran. Langkah ini diambil guna merespons maraknya keluhan para pengemudi ojol terkait beban tarif parkir ketika mengambil atau mengantar pesanan.

“Memang bersama aplikator ya sedang mencari juga beberapa shelter-shelter dan kemarin sebelumnya kita juga sudah melakukan koordinasi ya rapat intens dengan APPBI dengan asosiasi parkir terkait perlunya para ojol itu ada shelter seperti itu.” kata Kadishub DKI Jakarta, Budi Awaluddin, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Senin, 12 Oktober 2026.

Selama ini, skema tarif parkir di pusat perbelanjaan dan gedung swasta dinilai membebani para pengemudi karena tetap dipatok tarif berbayar meski hanya singgah sebentar untuk memproses pesanan. Kondisi tersebut membuat banyak pengemudi terpaksa memangkal di bahu jalan luar area gedung hingga memicu timbulnya praktik parkir liar dan kemacetan di jalur-jalur protokol Jakarta.

Melalui koordinasi intensif antara Dishub DKI, asosiasi parkir, aplikator, dan pengelola gedung, pemerintah mendorong hadirnya fasilitas shelter transit berintegrasi. Dengan adanya fasilitas ini, para pengemudi ojol dapat memanfaatkan area transit sementara tanpa dibebani biaya parkir saat memasuki area gedung.

"Kalau memang sudah ada shelter kan mereka bisa sementara di shelter tersebut ya dan bisa masuk ke gedung dan juga enggak perlu pakai parkir gitu loh. Tapi memang ada tempat, nah ini yang sedang kita terus upayakan bersama aplikator dan juga para pemilik gedung," ucap Budi.
 



Disambut Positif Pengemudi, Minta Durasi Parkir Diperpanjang Rencana penyediaan shelter dan fasilitas bebas parkir khusus ojol ini disambut positif oleh para pengemudi. Kehadiran tempat parkir khusus dinilai tidak hanya mempermudah operasional pengantaran dan penjemputan, tetapi juga memberikan kepastian keamanan bagi kendaraan mitra.

Salah seorang pengemudi ojol, Ivan, mengungkapkan bahwa ketersediaan parkir khusus sangat penting terutama saat melayani pesanan di dalam gedung mal atau pusat perkantoran. Ia juga berharap durasi bebas parkir dapat diberikan lebih longgar mengingat proses antrean pesanan makanan kerap memakan waktu lama.

"Ya bagus sih dari sekian banyak ojol kan di kita di aplikator ini berbagai layanan. Harapan ke depannya ya setiap yang kerja sama dengan aplikator itu wajib menyediakan parkir khusus ojol. Lebih bagus efisiennya sih kita dimaksimalkan 1 jam. Karena kalau misalkan untuk GoFood kadang-kadang itu satu resto bukan melayani satu pesanan aja, banyak. Jadi kita waktunya enggak efisien juga kalau misalkan 30 menit tiba-tiba di restonya kita 30 menit ke atas jadi berbayar lagi," ucap pengemudi ojol, Ivan.

Selain mengurangi risiko konflik dengan petugas keamanan gedung akibat memarkir kendaraan di area sembarangan, kebijakan ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam menertibkan parkir liar serta mengurai kemacetan di simpul-simpul keramaian Jakarta.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X