Pemprov DKI Bela Satpol PP yang Dilempar Batu saat Penertiban Parkir Liar di Bulungan

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik Chico Hakim. Foto: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.

Pemprov DKI Bela Satpol PP yang Dilempar Batu saat Penertiban Parkir Liar di Bulungan

Mohamad Farhan Zhuhri • 12 October 2026 11:24

Jakarta: Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dilempar batu saat menertibkan parkir liar di kawasan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 8 Oktober 2026. Kejadian itu tak dapat dibenarkan.

“Penertiban awalnya berlangsung lancar hingga situasi memanas setelah kendaraan pekerja proyek terkena Operasi Cabut Pentil (OCP) oleh Dinas Perhubungan (Dishub),” kata Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Chico Hakim, melalui keterangannya, dikutip dari Media Indonesia, Senin, 12 Oktober 2026.

Chico membeberkan kronologi keributan, yang bermula dari penertiban parkir liar dan pedagang kaki lima (PKL) yang telah berulang kali dikeluhkan warga dan dilaporkan melalui berbagai kanal pengaduan. Menurut Chico, situasi berkembang menjadi aksi provokasi ketika petugas hendak meninggalkan lokasi. Petugas disiram air got dan dilempari batu. 

“Salah satu anggota Satpol PP juga terkena hantaman helm hingga mengalami luka robek di dahi dan harus mendapat enam jahitan,” ujar Chico.

Upaya petugas meninggalkan lokasi tidak langsung menghentikan keributan. Mereka disebut dikejar hingga lampu merah CSW. Dalam kejadian tersebut, terdapat pula dugaan pemukulan terhadap Kepala Satpol PP Kecamatan Kebayoran Baru Diki Zulkarnain.

Ilustrasi Satpol PP. Foto: Medcom.id.

Chico menyebut manajemen proyek telah menyampaikan permintaan maaf kepada camat setempat. Pihak manajemen juga menyatakan kesediaan menanggung biaya pengobatan petugas yang terluka serta membantu mengidentifikasi pelaku keributan.

Ia menegaskan penataan ketertiban umum harus tetap berjalan untuk menjawab keluhan masyarakat. Namun, setiap keberatan terhadap tindakan petugas semestinya disampaikan melalui mekanisme yang berlaku, bukan dengan kekerasan.

Sebelumnya, keributan tersebut terjadi saat petugas gabungan melakukan penertiban di Jalan Hang Tuah Raya, antara Kolam Renang Bulungan dan kantor PLN. Berdasarkan keterangan Kepala Satpol PP Kecamatan Kebayoran Baru Diki Zulkarnain, ketertiban kawasan itu kerap dikeluhkan karena sepeda motor diparkir di kedua sisi jalan, mempersempit badan jalan, dan memicu kemacetan.

Penertiban melibatkan Satpol PP, Dishub, unsur TNI, kepolisian, dan petugas sosial. Diki juga menegaskan kegiatan tersebut bukan penertiban pedagang nasi sebagaimana narasi yang beredar di media sosial, melainkan penanganan parkir liar.

Pemprov DKI perlu memastikan penertiban berlangsung konsisten sekaligus menjamin keselamatan petugas dan masyarakat. Dugaan kekerasan juga perlu ditindaklanjuti melalui proses hukum agar kronologi dan pihak yang bertanggung jawab dapat dipastikan secara objektif. 

(Siti Yona Hukmana)