Jakarta: Pemandangan berbeda terlihat di sepanjang Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat. Deretan pohon tabebuya yang tengah berbunga merah muda dan putih menghiasi tepi jalan. Mekarnya bunga tabebuya menarik perhatian masyarakat yang melintas. Sejumlah pejalan kaki tampak berhenti untuk berfoto.
Ghaida, salah seorang warga yang berada di lokasi, mengaku suasana di kawasan tersebut terasa berbeda dari Jakarta pada umumnya. Ia bahkan merasa seperti sedang berada di Jepang.
“Di sini vibes-nya jadi kayak bukan di Indonesia, jadi kayak di Jepang. Tadi aku juga lihat di sepanjang trotoar ini banyak banget yang foto-foto. Kayaknya memang mengincar spot-spot ini karena kapan lagi kita di Jakarta menemukan pemandangan kayak gini,” ujar Ghaida.
Menurut Ghaida bunga tabebuya yang bermekaran menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Keindahan bunga yang memenuhi ranting pohon menciptakan pemandangan berwarna di tengah aktivitas perkotaan.
Selain menambah keindahan kota, keberadaan pohon di ruang publik juga menjadi perhatian warga karena manfaatnya bagi lingkungan. Khasna, warga lainnya, menilai penanaman pohon perlu diperhatikan mengingat tingginya aktivitas perkotaan dan potensi polusi di Jakarta.
“Selain karena indahnya, kita juga memikirkan ke arah Jakarta ini kan pasti ada polusi. Nah, dengan tanaman pohon seperti ini, istilahnya bisa mengurangi polusi,” kata Khasna.
Tabebuya merupakan tanaman yang berasal dari Brasil dan kerap dijuluki sebagai Sakura Brasil karena bunganya menyerupai sakura. Tanaman ini umumnya berbunga menjelang akhir musim kemarau, sekitar bulan Oktober.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pertamanan dan Hutan Kota mulai menanam pohon tabebuya secara masif pada September 2019. Penanaman tersebut diawali dengan 130 pohon tabebuya di sepanjang Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat. (Titik Nurmalasari)