9 October 2026 01:37
Bencana kekeringan di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, kian meluas hingga melanda 20 desa. Kondisi ini memicu pengeluaran ekstra bagi warga terdampak yang terpaksa merogoh kocek untuk membeli air bersih akibat distribusi bantuan gratis yang tidak datang setiap hari.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen per 4 Oktober, jumlah warga yang terdampak krisis air bersih ini telah menembus lebih dari 19.000 jiwa.
Salah satu wilayah terdampak parah berada di Desa Koang, Kecamatan Sumberlawang, Sragen. Saat armada tangki bantuan tiba, warga langsung berbondong-bondong mengantre membawa berbagai wadah, seperti ember, galon, hingga jeriken. Pengiriman air bersih secara gratis tersebut diakui warga baru kembali datang setelah dua hingga tiga hari sempat terhenti.
Minimnya pasokan membuat sebagian warga terpaksa membeli air bersih dengan harga mencapai Rp50.000 untuk setiap 1.000 liter demi menyambung kebutuhan harian.