Pantauan Udara Sumsel Masih Terkepung Asap Karhutla

20 October 2026 12:03

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan, terus meluas. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Kristomei Sianturi bersama sejumlah pejabat turun langsung melakukan pemantauan udara menggunakan helikopter guna memetakan wilayah yang dilalap api.

Berdasarkan pantauan udara tersebut, kepulan asap pekat terlihat menyelimuti hamparan hutan dan lahan gambut di wilayah Sumatra Selatan. Ketebalan kabut asap ini secara signifikan mengaburkan jarak pandang, hingga sejumlah bangunan di kawasan perkotaan nyaris tidak terlihat dari udara.

Dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Selasa 20 Oktober 2026, dampak karhutla ini tidak hanya merusak ekosistem lingkungan, tetapi juga memicu krisis kesehatan masyarakat secara luas. Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat lebih dari 283.000 kasus gangguan pernapasan telah dilaporkan di tujuh provinsi terdampak.
 



Selain sektor kesehatan, pekatnya kabut asap juga mengganggu aktivitas operasional penerbangan akibat jarak pandang yang berada di bawah batas aman. Otoritas setempat di berbagai wilayah terdampak juga terpaksa meliburkan atau menutup sementara sejumlah sekolah demi melindungi siswa dari paparan udara tidak sehat.

Persebaran kabut asap karhutla dari Sumatra Selatan ini juga tercatat telah melintasi batas negara. Hembusan angin membawa partikel asap menyebar hingga menyelimuti wilayah udara negara tetangga, yakni Malaysia dan Singapura. Otoritas terkait terus mengupayakan pemadaman dan mitigasi guna menekan laju titik api yang masih aktif.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X