Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi membuka pintu Balai Kota bagi masyarakat umum melalui program wisata edukasi bertajuk Namu Balai Kota. Langkah ini diambil untuk memberikan akses langsung bagi warga yang ingin mengenal sejarah Ibu Kota dan melihat langsung aktivitas pemerintahan daerah.
Program tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Inisiatif ini merupakan wujud upaya pemerintah daerah untuk mendekatkan pusat pemerintahan dengan warganya, sekaligus menyulap Balai Kota menjadi ruang interaksi, edukasi, dan kreativitas publik yang inklusif.
Melalui tur edukatif ini, para pengunjung diajak untuk menelusuri sejumlah area bersejarah di kompleks pemerintahan, mengunjungi ruang kerja pimpinan daerah, hingga melihat langsung dapur pengelolaan kota di pusat pemantauan Jakarta Smart City. Pengalaman ini dirancang khusus agar anak-anak dan generasi muda dapat memahami bagaimana sebuah kota dikelola serta mengenal berbagai profesi di balik pembangunan Jakarta.
"Hari ini kita memulai membuka yang disebut Namu Balai Kota. Sebetulnya kalau Betawi bilang, ini Balai Kota, balainya masyarakat. Artinya karakteristik Betawi kalau rumah yang ada balai itu pasti sangat
welcome. Tentu kegiatan ini baru kita mulai, pasti tidak akan sempurna, tapi setiap kali kita akan terus menyempurnakan," ujar
Rano Karno dikutip dari
Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Minggu 18 Oktober 2026.
Program Namu Balai Kota dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat secara gratis. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung setiap dua pekan pada hari Sabtu, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Bagi warga yang berminat, informasi jadwal kunjungan dan proses reservasi dapat diakses dengan mudah melalui aplikasi JAKI atau situs resmi smartcity.jakarta.go.id.