Jakarta: Kebakaran yang terjadi di tempat pembuangan akhir atau di TPA Jatiwaringin yang ada di Kabupaten Tangerang, Banten, saat ini masih terjadi. Ini perlu perhatian khusus dari pemerintah.
Fakta kebakaran TPA Jatiwaringin
Api sudah menyala selama lebih dari tiga hari, dan tidak hanya sulit untuk dipadamkan tapi juga menimbulkan dampak kesehatan bagi warga di sekitar. Statusnya saat ini adalah penanganan tanggap darurat.
Di sana ada pemerintah daerah kemudian dari pihak-pihak terkait berkolaborasi, bergabung bersama untuk menangani kebakaran. Banyak sekali titik-titik yang terbakar di gunungan sampah yang ada di TPA Jatiwaringin. Luas area yang terbakar itu meningkat sangat signifikan.
Api terus meluas
Hari pertama pada 30 Juni 2026 awal kejadian luasnya adalah sekitar 2 hektare. Kemudian tanggal 1 Juli meluas sampai 15 hektare. Sebanyak sembilan mobil damkar sudah diterjunkan pada 30 Juni.
Area yang terbakar terus meluas karena di sana masih banyak titik-titik api dan angin kencang karena saat ini sedang musim kemarau.
Dampak Kesehatan terhadap warga
Asap tebal dari kebakaran ini juga mulai berdampak pada warga yang berada di sekitar TPA. Laporan yang kami terima saat ini ada 154 warga yang mengalami gejala ISPA.
Kelompok yang paling rentan adalah balita, kemudian ibu hamil dan laporan terakhir ada satu ibu hamil yang terpaksa dirujuk ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif. Karena ini adalah salah satu dari kelompok rentan yang beraktivitas di sana dan terdampak pada ISPA.
Upaya pemadaman kebakaran
Ada beberapa cara yang dikerjakan untuk mengatasi kebakaran. Ada berbagai sumber daya yang dikerahkan. Kurang lebih saat ini ada 10 unit mobil pemadam yang sudah beroperasi di lokasi. Sementara itu BNPB sudah mengerahkan 3 helikopter water bombing dengan kapasitas 4.000 liter.
Kendala pemadaman
Gunungan sampah yang tinggi inilah yang membuat titik api berada jauh lokasinya di dalam timbunan. Ada yang mengatakan mulai dari ketinggian sekitar 2 meter, 5 meter, 10 meter, sampai 20 meter.
Status dinaikkan menjadi tanggap darurat
Dan kondisi material yang mudah terbakar ditambah pula cuaca panas dan angin kencang. Ini yang menyebabkan api cepat sekali kembali membesar. Dan seiring meluasnya kebakaran dan meningkatnya dampak bagi masyarakat, status penanganan ditingkatkan menjadi tanggap darurat.
Sumber: Redaksi Metro TV