Gugurnya Kapten Zulmi di Lebanon Tinggalkan Duka Mendalam Bagi Keluarga

2 April 2026 15:36

Jakarta: Seorang putra terbaik bangsa, Kapten Infanteri (Inf) Zulmi Aditya Iskandar gugur saat menjalankan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan bangsa Indonesia. 

Almarhum dikenal sebagai prajurit infanteri yang disiplin, tangguh, dan rendah hati. Bahkan meski kerap bertugas jauh, ia tetap akrab dengan tetangga dan masyarakat hingga meninggalkan kesan mendalam bagi lingkungan sekitar.

Berkat kedisiplinan dan kemampuannya dalam taktik lapangan, Zulmi memiliki karier cemerlang hingga terpilih dalam Satgas Korps Perdamaian PBB atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), sebuah penugasan elit yang diimpikan banyak prajurit.

Kepergiannya menjadi pengingat akan besarnya harga perdamaian yang diperjuangkan para putra terbaik bangsa. Hingga kini, pihak keluarga masih menunggu kepastian pemulangan jenazah yang masih berada di Lebanon.
 

Baca Juga: Serangan ke 3 Prajurit TNI di Lebanon Pelanggaran Hukum Humaniter

Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan menyatakan, pemulangan jenazah mengalami sedikit kendala karena masih melengkapi persyaratan surat sekaligus adanya keterbatasan penerbangan. 

"Kita berharap paling lambat Jumat atau Sabtu surat-surat itu sudah selesai kemudian jenazah bisa dikirim ke Indonesia. Ada kendala satu lagi penerbangan dari sana itu sekarang yang beroperasi hanya satu maskapai. Jadi mudah-mudahan semuanya dimudahkan dan pada waktunya bisa segera dikembalikan ke Indonesia," jelas Mayjen TNI Iwan, dikutip dari Metro Siang, Metro TV, Kamis, 2 April 2026. 

Panggilan terakhir Kapten Zulmi kepada sang ayah

Sebelum kabar kematiannya sampai ke telinga keluarganya, Kapten Zulmi sempat menghubungi ayahnya lewat panggilan sederhana. Namun, ternyata panggilan tersebut merupakan percakapan mereka untuk terakhir kali. 

"Tidak ada informasi sama sekali, tidak ada firasat. Kita yakin aman karena pasukan PBB itu pasukan perdamaian. Berbeda dengan mungkin dia tugas di Papua menghadapi musuh begitu," ujar Ayah Kapten Zulmi, Iskandarudin. 

Sementara itu, sang istri juga merasa terpukul dengan kabar yang didapatnya. Ia berharap jenazah korban dapat dipulangkan segera ke Tanah Air. 

"Saat ini kami pihak keluarga insyaallah sudah ikhlas. Kami mohon bantuan doa dari semuanya mudah-mudahan proses pemulangan jenazah Mas Zulmi dari Lebanon menuju ke Indonesia berjalan lancar dan bisa secepatnya kembali ke Tanah Air," ucap Istri Kapten Zulmi, Handita Anjani. 

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)