Liburan sekolah hampir usai, tak terkecuali di wilayah terdampak bencana Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Namun usai banjir bandang dan tanah longsor yang melanda pada akhir November lalu, sejumlah fasilitas pendidikan dilaporkan mengalami kerusakan serius akibat terendam air dan tertutup material lumpur.
Salah satu wilayah terdampak parah adalah termasuk Desa Hutanabolon, Kecamatan Tukka, dan Desa Huraba. Tercatat sebanyak sembilan sekolah, termasuk SMP Satu Atap di Desa Huraba yang sempat terisolasi, terpaksa diliburkan karena kondisi sekolah yang tidak memungkinkan untuk kegiatan belajar mengajar.
Sinergi TNI-Polri Pulihkan Fasilitas Pendidikan
Melalui kerja sama intensif antara personel TNI, Polri, dan masyarakat setempat, fasilitas sekolah yang sebelumnya dipenuhi material banjir kini telah pulih dan dibersihkan. Sinergi ini memastikan gedung sekolah siap digunakan kembali saat tahun ajaran baru dimulai.
Untuk meringankan beban orang tua siswa yang kehilangan harta benda akibat bencana,
TNI AD menyalurkan bantuan berupa perlengkapan sekolah hasil donasi dari berbagai pihak yang peduli terhadap pendidikan. Bantuan ini diberikan langsung kepada 140 siswa dari sembilan sekolah yang terdampak.
Adapun bantuan yang diberikan meliputi perlengkapan sekolah seperti pakaian seragam, sepatu, buku tulis, dan alat tulis. Selain alat sekolah, TNI AD juga menyalurkan paket sembako berupa beras, mi instan, dan kebutuhan pokok lainnya.
"Total ada 140 paket perlengkapan yang diserahkan kepada siswa-siswi terdampak, mulai dari seragam hingga sepatu. Kami juga menambahkan bantuan sosial berupa beras dan mi instan dari Korem," ujar Danpos TNI AD Hutanabolon Tukka, RH Sianturi.