Jakarta: Kisah Putri Lopian Sinambela, putri Raja Sisingamangaraja XII, diangkat ke atas panggung melalui drama musikal Putri Lopian, Bunga Belantara Dairi. Pementasan yang digelar Sekolah Seni Yonif (SSY) di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat sekaligus mengenal seni dan budaya Nusantara.
Cerita Putri Lopian dikemas melalui perpaduan akting, tarian, lagu, musik, hingga busana khas Sumatera. Pementasan tersebut melibatkan lebih dari 60 talent di atas panggung dan lebih dari 100 orang dalam keseluruhan proses produksi.
Kembangkan Seni Tari hingga Teater
SSY yang sebelumnya berfokus pada seni tari kini mulai memperluas pembelajaran ke bidang teater dan vokal. Pengembangan tersebut dilakukan untuk memberikan pengalaman seni yang lebih beragam bagi para peserta.
Tak hanya kemampuan artistik, proses latihan juga diarahkan untuk membangun sejumlah nilai pada anak-anak, seperti:
- Disiplin dalam menjalani proses latihan.
- Keberanian untuk tampil dan berekspresi di depan publik.
- Kerja sama dalam menjalankan sebuah pertunjukan.
- Kreativitas dalam mengembangkan seni dan budaya.
Pementasan Putri Lopian pun menjadi wadah bagi para peserta untuk menggabungkan berbagai kemampuan tersebut dalam sebuah pertunjukan drama musikal.
Pemprov DKI Siapkan Ruang Ekspresi Seni
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno turut mengapresiasi pementasan tersebut. Menurutnya, keberadaan ruang latihan dan panggung pertunjukan penting untuk mendukung anak-anak serta komunitas dalam mengembangkan potensi seni.
Rano mengatakan
Pemprov DKI Jakarta akan terus membuka ruang ekspresi bagi komunitas dan generasi muda. Pemerintah juga menyiapkan kalender kegiatan seni yang dapat berlangsung sepanjang tahun.
“Pemprov DKI akan terus membuka ruang ekspresi seperti ini. Dan saya sangat berterima kasih kepada Yonif yang ternyata memberikan tempat untuk berlatih,” ujar Rano.
Ia juga menyebut sejumlah sanggar didorong untuk menghadirkan berbagai bentuk
karya seni. Tidak seluruhnya harus berupa pertunjukan teater, tetapi dapat dikembangkan dalam berbagai bidang, termasuk musik.
“Selain teater ini, ada beberapa sanggar yang memang juga saya challenge untuk membuat. Tapi tidak semuanya drama, ada musik, ada segala macam,” katanya.
Pemprov DKI Jakarta juga berencana menambah ruang latihan di kawasan Taman Ismail Marzuki. Penambahan fasilitas tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi anak-anak dan komunitas untuk berlatih serta mengembangkan kemampuan mereka di bidang seni.
Melalui dukungan ruang latihan, pertunjukan, dan kegiatan seni yang lebih berkelanjutan, Pemprov DKI ingin mendorong generasi muda memiliki lebih banyak kesempatan untuk berekspresi sekaligus mengenal kekayaan budaya Indonesia.